5 Perang yang Diprediksi Pecah pada 2024, Salah Satunya di Perbatasan Indonesia
Sabtu, 30 Desember 2023 - 21:21 WIB
Namun, The Statesman menilai bahwa “China sadar bahwa jika mereka melancarkan operasi dan gagal mencapai tujuannya, hal ini dapat berdampak pada posisi globalnya.”
Tidak ada tanda-tanda bahwa China akan melakukan konfrontasi militer di wilayah tersebut untuk saat ini.
Foto/Reuters
Dunia juga mempunyai status politik Taiwan yang tidak jelas, yang merupakan ancaman bagi perekonomian global dalam konteks jalur perdagangan yang melewati Selat Taiwan.
Beijing selama beberapa dekade telah menolak untuk secara resmi mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat, dan menganggapnya sebagai bagian tak terpisahkan dari Republik Rakyat China (RRT), berdasarkan kebijakan “Satu China”.
Meskipun negara-negara Barat mendukung Taiwan, sejauh ini belum ada negara besar—termasuk Amerika Serikat—yang menjalin hubungan diplomatik formal dengan Taiwan.
Namun, dari waktu ke waktu, indikasi kedekatan antara AS dan Taiwan mendapat reaksi berang dari Being.
Pada bulan Agustus 2023, dan setelah kunjungan Wakil Presiden Taiwan, William Lai, ke AS, “China meluncurkan latihan yang diperkirakan secara luas di dekat Taiwan sebagai tanggapan yang marah atas kunjungan singkatnya ke Amerika Serikat,” menurut Reuters.
Sebagian besar pengamat sepakat bahwa, tidak seperti Rusia, China terlalu terintegrasi ke dalam perekonomian global sehingga tidak berani mengambil risiko kehancuran perekonomian domestiknya yang sudah goyah akibat perang terhadap Taiwan—setidaknya dalam waktu dekat.
Tidak ada tanda-tanda bahwa China akan melakukan konfrontasi militer di wilayah tersebut untuk saat ini.
3. Selat Taiwan (China dan Taiwan)
Foto/Reuters
Dunia juga mempunyai status politik Taiwan yang tidak jelas, yang merupakan ancaman bagi perekonomian global dalam konteks jalur perdagangan yang melewati Selat Taiwan.
Beijing selama beberapa dekade telah menolak untuk secara resmi mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat, dan menganggapnya sebagai bagian tak terpisahkan dari Republik Rakyat China (RRT), berdasarkan kebijakan “Satu China”.
Meskipun negara-negara Barat mendukung Taiwan, sejauh ini belum ada negara besar—termasuk Amerika Serikat—yang menjalin hubungan diplomatik formal dengan Taiwan.
Namun, dari waktu ke waktu, indikasi kedekatan antara AS dan Taiwan mendapat reaksi berang dari Being.
Pada bulan Agustus 2023, dan setelah kunjungan Wakil Presiden Taiwan, William Lai, ke AS, “China meluncurkan latihan yang diperkirakan secara luas di dekat Taiwan sebagai tanggapan yang marah atas kunjungan singkatnya ke Amerika Serikat,” menurut Reuters.
Sebagian besar pengamat sepakat bahwa, tidak seperti Rusia, China terlalu terintegrasi ke dalam perekonomian global sehingga tidak berani mengambil risiko kehancuran perekonomian domestiknya yang sudah goyah akibat perang terhadap Taiwan—setidaknya dalam waktu dekat.
Lihat Juga :
tulis komentar anda