7 Alasan Operasi di Laut Merah Makin Bikin Tekor Amerika Serikat
Kamis, 21 Desember 2023 - 20:01 WIB
Terlebih lagi, drone dan rudal Houthi lebih murah dibandingkan pencegat AS yang digunakan untuk menembak jatuh mereka.
Washington memerlukan biaya yang cukup besar untuk mempertahankan keamanan jalur laut yang melewati Terusan Suez dan Laut Merah, menurut Quincy Institute for Responsible Statecraft:
Setiap amunisi AS yang digunakan untuk mencegat roket dan drone Houthi berharga antara USD1 juta dan USD4,3 juta.
Rudal AS yang dilaporkan digunakan untuk menembak jatuh proyektil dan UAV Houthi termasuk SM-2 (USD2,1 juta); SM-6 (USD4,3 juta); ESSM Sea Sparrows (USD1,7 juta); dan rudal Rolling Airframe (USD905.000).
Kapal-kapal AS tidak dapat memuat ulang persenjataan mereka di Laut Merah dan harus kembali ke pelabuhan jika aktivitas kinetik berlangsung lebih lama.
Itu berarti biaya tambahan untuk perjalanan pulang pergi dari pelabuhan ke lokasi operasi di Laut Merah.
Konflik di Laut Merah terancam berlarut-larut mengingat tidak ada pihak yang bertikai yang mau mundur.
3. Senjata AS Harganya Lebih Mahal
Washington memerlukan biaya yang cukup besar untuk mempertahankan keamanan jalur laut yang melewati Terusan Suez dan Laut Merah, menurut Quincy Institute for Responsible Statecraft:
Setiap amunisi AS yang digunakan untuk mencegat roket dan drone Houthi berharga antara USD1 juta dan USD4,3 juta.
Rudal AS yang dilaporkan digunakan untuk menembak jatuh proyektil dan UAV Houthi termasuk SM-2 (USD2,1 juta); SM-6 (USD4,3 juta); ESSM Sea Sparrows (USD1,7 juta); dan rudal Rolling Airframe (USD905.000).
4. Kapal Perang AS Harus Mondar-mandir ke Pelabuhan
Kapal-kapal AS tidak dapat memuat ulang persenjataan mereka di Laut Merah dan harus kembali ke pelabuhan jika aktivitas kinetik berlangsung lebih lama.
Itu berarti biaya tambahan untuk perjalanan pulang pergi dari pelabuhan ke lokasi operasi di Laut Merah.
Konflik di Laut Merah terancam berlarut-larut mengingat tidak ada pihak yang bertikai yang mau mundur.
Lihat Juga :