AS Nyatakan Dukung Demonstrasi Warga Lebanon

Minggu, 09 Agustus 2020 - 20:51 WIB
Seperti diketahui, pusat kota Beirut berubah menjadi medan pertempuran antara polisi anti huru hara dan pengunjuk rasa, yang menuntut pengunduran diri para pemimpin politik. Perdana Menteri Hassan Diab menyerukan pemilihan parlemen lebih awal, tetapi pernyataannya tidak menenangkan para pengunjuk rasa.

Ketegangan terus meningkat di Beirut. Para peserta demonstrasi anti-pemerintah menyerbu gedung-gedung pemerintah, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup. Menurut saluran Lebanon-24, demonstran juga menyerbu Asosiasi Bank Lebanon dan Kementerian Energi.

( Baca juga: Polisi Tembakkan Gas Air Mata pada Ribuan Demonstran di Beirut )

Aksi demonstrasi tersebut dipicu oleh ledakan dahsyat yang pada 4 Agustus merobek pelabuhan Beirut dan menimbulkan gelombang kejut, yang menghancurkan atau merusak sebagian besar infrastruktur kota. Menurut Kementerian Kesehatan, 158 orang tewas dalam ledakan itu dan lebih dari 6.000 lainnya terluka. Lebih dari 300 ribu orang kehilangan tempat tinggal.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!