Polisi Tembakkan Gas Air Mata pada Ribuan Demonstran di Beirut
Minggu, 09 Agustus 2020 - 06:06 WIB
Demonstran meneriakkan “rakyat ingin turunkan rezim” dan membawa spanduk bertulis “Pergi, kamu semua pembunuh”.
“Kami ingin masa depan dengan martabat, kami tidak ingin darah korban ledakan itu sia-sia,” kata Rose Sirour, salah satu demonstran.
Ledakan pada Selasa (4/8) merupakan yang terbesar dalam sejarah Beirut dan menewaskan 158 orang dan melukai 6.000 orang lainnya. Sebanyak 21 orang masih dilaporkan hilang.
Pemerintah berjanji menangkap mereka yang bertanggung jawab atas kejadian itu. Beberapa warga memprotes pemerintah yang dianggap korup selama beberapa bulan terakhir.
“Kami tidak percaya pada pemerintah kami. Saya ingin Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil alih Lebanon,” kata mahasiswa universitas Celine Dibo saat dia membersihkan darah di dinding gedung apartemennya.
“Kami ingin masa depan dengan martabat, kami tidak ingin darah korban ledakan itu sia-sia,” kata Rose Sirour, salah satu demonstran.
Ledakan pada Selasa (4/8) merupakan yang terbesar dalam sejarah Beirut dan menewaskan 158 orang dan melukai 6.000 orang lainnya. Sebanyak 21 orang masih dilaporkan hilang.
Pemerintah berjanji menangkap mereka yang bertanggung jawab atas kejadian itu. Beberapa warga memprotes pemerintah yang dianggap korup selama beberapa bulan terakhir.
“Kami tidak percaya pada pemerintah kami. Saya ingin Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil alih Lebanon,” kata mahasiswa universitas Celine Dibo saat dia membersihkan darah di dinding gedung apartemennya.
Lihat Juga :