Polisi Tembakkan Gas Air Mata pada Ribuan Demonstran di Beirut
Minggu, 09 Agustus 2020 - 06:06 WIB
Beberapa orang mengaku tidak terkejut saat Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi tempat tinggalnya pekan ini sementara para pemimpin Lebanon tidak melakukannya. (Baca Juga: Air India Express Terbelah Dua, Penumpang Menjerit dan Berjatuhan dari Kursi)
“Kami tinggal di ground zero. Saya harap negara lain akan mengambil alih kami. Para pemimpin kami sekumpulan orang korup,” ujar psikolog Maryse Hayek, 48, yang rumah orangtuanya hancur akibat ledakan. (Baca Infografis: Menghadapi Krisis Paling Parah, Lebanon di Ujung Kehancuran)
Partai Kataeb Lebanon menarik tiga anggota parlemennya dari parlemen sebagai bentuk penentangan pada pemerintah. (Lihat Video: Tak Kunjung Dibayar Warga Jatikarya Blokir Tol Cimanggis-Cibitung)
“Kami tinggal di ground zero. Saya harap negara lain akan mengambil alih kami. Para pemimpin kami sekumpulan orang korup,” ujar psikolog Maryse Hayek, 48, yang rumah orangtuanya hancur akibat ledakan. (Baca Infografis: Menghadapi Krisis Paling Parah, Lebanon di Ujung Kehancuran)
Partai Kataeb Lebanon menarik tiga anggota parlemennya dari parlemen sebagai bentuk penentangan pada pemerintah. (Lihat Video: Tak Kunjung Dibayar Warga Jatikarya Blokir Tol Cimanggis-Cibitung)
(sya)
Lihat Juga :