Ledakan Beirut: 154 Tewas, 5.000 Terluka dan Puluhan Hilang

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 23:24 WIB
Perkembangan itu terjadi sehari setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi lokasi ledakan dan menjanjikan bantuan.

Dia juga mengatakan Lebanon membutuhkan "inisiatif politik" baru sebagai bagian dari proses pembangunan kembali karena korupsi di negara itu. (Baca: Sambangi Beirut, Macron Diminta Bantu Revolusi Pemerintahan Lebanon )

Sementara itu aksi protes meletus di Beirut ketika penduduk menyalahkan para pemimpin negara atas ledakan tersebut.

Lebanon terperosok dalam krisis ekonomi yang parah sebelum ledakan yang juga secara luas disalahkan pada kelas politik.

Ledakan itu tampaknya disebabkan oleh 2.750 ton amonium nitrat - bahan kimia yang digunakan untuk bahan peledak dan pupuk. Bahan itu telah disimpan di pelabuhan sejak disita dari kapal kargo yang disita pada tahun 2013. (Baca: PM Lebanon Sebut 2.750 Ton Amonium Nitrat Penyebab Ledakan Beirut )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!