Penyandera di Prancis Ungkap Derita Palestina, Sebut Dirinya Mujahid

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 22:02 WIB
“Namun dia tidak pernah mengungkapkan dukungan pada Negara Islam (ISIS) atau kelompok jihad lainnya,” papar sumber kepolisian yang mengetahui proses negosiasi.

“Dia terus meminta anak-anak Palestina dibebaskan dari penjara-penjara Israel dan warga Palestina berumur di bawah 40 tahun diizinkan salat di masjid Al Aqsa di Yerusalem,” ujar sumber itu.

Pria yang sudah dikenal oleh sejumlah badan penegak hukum itu sudah dalam daftar pengawasan “Fiche S” yakni mereka yang dianggap terpapar radikalisasi.

Para investigator menyatakan ada tren penyakit mental dan radikalisasi dalam beberapa serangan yang mengguncang Prancis selama beberapa tahun terakhir, sehingga sangat sulit memprediksi perilaku para pelaku.

“Itu profil-profil berbahaya, Anda tidak pernah tahu apa yang akan mereka lakukan,” kata sumber kepolisian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!