Kisah Menyayat Hati, Keluarga Palestina Ogah Tinggalkan Rumah yang Hancur Dibom Israel
Selasa, 28 November 2023 - 09:55 WIB
GAZA - Sebuah keluarga Palestina beranggotakan enam orang bersikeras untuk tetap tinggal di rumahnya di kota Deir Al-Balah di Jalur Gaza tengah, Palestina. Padahal, rumah mereka sudah hancur akibat dibom Israel.
Keluarga tersebut terus hidup dalam kondisi yang sulit setelah pesawat tempur Israel menghancurkan rumah dua lantai mereka bulan lalu.
Serangan itu juga melukai serius kepala keluarga; Khaled Naji (51).
Di tengah reruntuhan rumah, sang istri; Siham Naji, sedang memotong tomat dan paprika, menyiapkan sarapan untuk keluarganya, dengan bantuan Khaled dan salah satu anak mereka.
Meski berada dalam situasi yang mengerikan, keluarga tersebut bersikeras untuk tetap tinggal di rumah, bekerja dengan dedikasi untuk memenuhi kebutuhan dasar dan menjamin penghidupan.
Pada dini hari, mereka berjuang mencari di antara puing-puing beberapa potongan kayu dari perabotan yang hancur akibat pengeboman Israel.
Khaled bekerja keras membuang puing-puing untuk mencari sedikit kayu guna menyalakan api dan menyiapkan sarapan yang dikenal sebagai “wajan tomat”, yang terdiri dari tomat, paprika, dan bawang putih yang diaduk di atas api hingga matang.
Keluarga tersebut terus hidup dalam kondisi yang sulit setelah pesawat tempur Israel menghancurkan rumah dua lantai mereka bulan lalu.
Serangan itu juga melukai serius kepala keluarga; Khaled Naji (51).
Di tengah reruntuhan rumah, sang istri; Siham Naji, sedang memotong tomat dan paprika, menyiapkan sarapan untuk keluarganya, dengan bantuan Khaled dan salah satu anak mereka.
Meski berada dalam situasi yang mengerikan, keluarga tersebut bersikeras untuk tetap tinggal di rumah, bekerja dengan dedikasi untuk memenuhi kebutuhan dasar dan menjamin penghidupan.
Kehidupan Keluarga Khaled di Puing-puing Bangunan
Pada dini hari, mereka berjuang mencari di antara puing-puing beberapa potongan kayu dari perabotan yang hancur akibat pengeboman Israel.
Khaled bekerja keras membuang puing-puing untuk mencari sedikit kayu guna menyalakan api dan menyiapkan sarapan yang dikenal sebagai “wajan tomat”, yang terdiri dari tomat, paprika, dan bawang putih yang diaduk di atas api hingga matang.
tulis komentar anda