Spanyol Akan Akui Negara Palestina Meskipun Uni Eropa Tak Setuju
Sabtu, 25 November 2023 - 20:04 WIB
“Kekerasan hanya akan menyebabkan lebih banyak kekerasan. Kita perlu mengganti kekerasan dengan harapan dan perdamaian. Ini yang saya sampaikan kepada Presiden dan Perdana Menteri Israel,” kata Sanchez di perlintasan perbatasan Rafah.
Berbicara mengenai apakah Belgia akan mengakui Negara Palestina, De Croo mengatakan prioritas pertama adalah membebaskan para sandera yang ditawan oleh Hamas dan membantu meringankan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.
“Kemudian, kita perlu duduk mengelilingi meja dan mendiskusikan topik tersebut,” kata De Croo.
Saat ini, sembilan dari 27 negara anggota UE mengakui Negara Palestina. Pada tahun 2014, Swedia menjadi negara pertama yang melakukan hal tersebut saat menjadi negara anggota Uni Eropa.
Sebelumnya pada hari Jumat, PM Belgia dan Spanyol bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi.
Al-Sisi menyarankan agar komunitas internasional perlu mengambil kendali demi perdamaian abadi di Israel dan Palestina.
“Kita membutuhkan pengakuan internasional terhadap Negara Palestina, dan PBB perlu melakukan intervensi. Mengambil arah ini akan mencerminkan keseriusan komunitas internasional untuk mencapai perdamaian di kawasan kami,” katanya, menjelaskan gagasannya untuk negara Palestina yang didemiliterisasi dengan perbatasan tahun 1967, dan kemungkinan besar akan hadir dengan kehadiran pasukan internasional.
Berbicara mengenai apakah Belgia akan mengakui Negara Palestina, De Croo mengatakan prioritas pertama adalah membebaskan para sandera yang ditawan oleh Hamas dan membantu meringankan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.
“Kemudian, kita perlu duduk mengelilingi meja dan mendiskusikan topik tersebut,” kata De Croo.
Saat ini, sembilan dari 27 negara anggota UE mengakui Negara Palestina. Pada tahun 2014, Swedia menjadi negara pertama yang melakukan hal tersebut saat menjadi negara anggota Uni Eropa.
Sebelumnya pada hari Jumat, PM Belgia dan Spanyol bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi.
Al-Sisi menyarankan agar komunitas internasional perlu mengambil kendali demi perdamaian abadi di Israel dan Palestina.
“Kita membutuhkan pengakuan internasional terhadap Negara Palestina, dan PBB perlu melakukan intervensi. Mengambil arah ini akan mencerminkan keseriusan komunitas internasional untuk mencapai perdamaian di kawasan kami,” katanya, menjelaskan gagasannya untuk negara Palestina yang didemiliterisasi dengan perbatasan tahun 1967, dan kemungkinan besar akan hadir dengan kehadiran pasukan internasional.
(mas)
Lihat Juga :