Barat Berhenti Danai Kelompok HAM Arab karena Kritik Kekejaman Israel di Gaza

Jum'at, 17 November 2023 - 10:12 WIB
Al Jazeera menghubungi FDFA Swiss untuk menanyakan mengapa pendanaan untuk kelompok masyarakat sipil Palestina dan Israel, yang digambarkan oleh HRW sebagai organisasi yang dihormati, dihentikan sementara.

“Untuk sebelas LSM ini, FDFA memiliki indikasi eksternal bahwa mereka berpotensi melanggar Kode Etik dan/atau klausul anti-diskriminasi FDFA,” kata Lea Zurcher, juru bicara media FDFA, melalui email.

Organisasi sipil Palestina lainnya, yang juga kehilangan dana dari FDFA, sebagian mengaitkan keputusan tersebut dengan “lobi” yang intens dari NGO Monitor, sebuah LSM Israel.

Seorang juru bicara organisasi tersebut telah berbicara kepada Al Jazeera dengan syarat anonimitas.

NGO Monitor mengoperasikan database kelompok masyarakat sipil Palestina yang diklaim terlibat dalam “menutupi kekerasan dan terorisme, demonisasi dan perang hukum, menargetkan pejabat Israel dan kampanye BDS (boikot, divestasi, dan sanksi), dan mempromosikan propaganda anti-Semit.”

NGO Monitor mendapat pujian atas keputusan FDFA mengenai X (sebelumnya Twitter) dan sebelumnya mengatakan penelitiannya dikutip oleh anggota Parlemen Swiss yang menyerukan agar dana dipotong untuk kelompok HAM Israel sepertis B’Tselem yang bekerja untuk kesejahteraan rakyat Palestina.

“Ada berbagai organisasi non-pemerintah seperti NGO Monitor dengan nama-nama yang terdengar tidak berbahaya yang berupaya meminggirkan suara-suara yang kritis terhadap pemerintah Israel...tetapi organisasi-organisasi ini tidak pernah mengkritik penindasan pemerintah Israel terhadap warga Palestina,” kata Omar Shakir, direktur Israel-Palestina di HRW.

“Kelompok-kelompok ini tidak beroperasi sendiri,” imbuh Shakir. “Mereka cenderung didanai [oleh] atau berkoordinasi dengan pemerintah Israel," paparnya, yang dilansir Jumat (17/11/2023).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!