Israel Pertimbangkan Hentikan Pertempuran di Jalur Gaza
Selasa, 07 November 2023 - 19:02 WIB
“Tetapi menurut saya tidak akan ada gencatan senjata secara umum,” tegasnya.
Presiden AS Joe Biden membahas jeda tersebut dan kemungkinan pembebasan sandera melalui panggilan telepon dengan Netanyahu pada hari Senin waktu setempat.
"Ia menegaskan kembali dukungannya untuk Israel sambil menekankan bahwa Israel harus melindungi warga sipil," kata Gedung Putih.
Seperti Israel, AS khawatir Hamas akan memanfaatkan gencatan senjata penuh untuk berkumpul kembali.
Menyerukan gencatan senjata yang mendesak, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Senin memperingatkan bahwa Gaza menjadi kuburan bagi anak-anak.
“Operasi darat oleh Pasukan Pertahanan Israel dan pemboman yang terus berlanjut menghantam warga sipil, rumah sakit, kamp pengungsi, masjid, gereja dan fasilitas PBB – termasuk tempat penampungan. Tidak ada yang aman,” kata Guterres kepada wartawan.
“Pada saat yang sama, Hamas dan militan lainnya menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia dan terus meluncurkan roket tanpa pandang bulu ke arah Israel,” ujarnya.
Baca Juga: Militer Israel Klaim Belah Gaza Jadi Dua, Komunikasi Padam Total
Organisasi-organisasi internasional mengatakan rumah sakit tidak dapat menangani korban luka dan makanan serta air bersih hampir habis dan pengiriman bantuan tidak mencukupi.
Presiden AS Joe Biden membahas jeda tersebut dan kemungkinan pembebasan sandera melalui panggilan telepon dengan Netanyahu pada hari Senin waktu setempat.
"Ia menegaskan kembali dukungannya untuk Israel sambil menekankan bahwa Israel harus melindungi warga sipil," kata Gedung Putih.
Seperti Israel, AS khawatir Hamas akan memanfaatkan gencatan senjata penuh untuk berkumpul kembali.
Menyerukan gencatan senjata yang mendesak, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Senin memperingatkan bahwa Gaza menjadi kuburan bagi anak-anak.
“Operasi darat oleh Pasukan Pertahanan Israel dan pemboman yang terus berlanjut menghantam warga sipil, rumah sakit, kamp pengungsi, masjid, gereja dan fasilitas PBB – termasuk tempat penampungan. Tidak ada yang aman,” kata Guterres kepada wartawan.
“Pada saat yang sama, Hamas dan militan lainnya menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia dan terus meluncurkan roket tanpa pandang bulu ke arah Israel,” ujarnya.
Baca Juga: Militer Israel Klaim Belah Gaza Jadi Dua, Komunikasi Padam Total
Organisasi-organisasi internasional mengatakan rumah sakit tidak dapat menangani korban luka dan makanan serta air bersih hampir habis dan pengiriman bantuan tidak mencukupi.
Lihat Juga :