China Tolak Salahkan Hamas atas Kematian Empat Warganya di Israel

Jum'at, 27 Oktober 2023 - 12:53 WIB
"Hanya 200 bisnis yang memiliki dampak langsung terhadap perekonomian AS, dan perusahaan-perusahaan tersebut hanya dikendalikan enam atau tujuh orang Yahudi," bunyi laporan CCTV.

"Faktor-faktor ini dapat digunakan untuk memberikan pengaruh luar biasa terhadap politik AS. Yahudi hanya mewakili sekitar 3 persen dari populasi Amerika, namun mengendalikan dan memanipulasi lebih dari 70 persen kekayaannya," lanjut laporan itu.

Video dari CCTV itu telah ditonton2 juta kali di media sosial Weibo. Salah satu komentar kontroversial di video itu bertuliskan: "Inilah sebabnya orang Jerman sangat membenci orang Yahudi saat itu."

Sikap Anti-Semitisme



Laporan CCTV tersebut dianggapbanyak pihak sebagai salah satu bentuk anti-Semitisme sosialis sayap kiri, yang contohnya kerap ditemukan dari waktu ke waktu. Di China, sikap anti-Semitisme, anti-Israel, dan pro-Hamas berjalan beriringan selama beberapa dekade.

Ada dua alasan utama atas sikap ini. Pertama, adalah bahwa Partai Komunis China masih berpedoman pada pernyataan Mao Zedong bahwa, "Kita harus mendukung apa pun yang ditentang musuh dan menentang apa pun yang didukung musuh." Musuh China dalam hal ini jelas adalah AS.

Kedua, bagi Presiden China Xi Jinping, aliansi erat dengan Iran dan hubungan baik dengan negara-negara Arab sangatlah penting. Dari berbagai alasan, salah satunya adalah untuk mendapatkan dukungan dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan kelompok Muslim serta negara Arab lainnya atas kebijakan nasional yang cenderung merugikan Uighur dan etnis minoritas lainnya di Xinjiang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!