Hamas Tembakkan Roket Besar-besaran ke Israel saat Zionis Tunda Invasi Darat
Rabu, 25 Oktober 2023 - 08:44 WIB
“Pendudukan (pasukan Israel) melakukan pembantaian pagi ini di kamp Al-Shati dan kamp Jabalia, menyebabkan puluhan orang syahid dan terluka,” kata Iyad al-Buzum, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Hamas, kepada AFP.
Hamas telah menembakkan ribuan roket ke Israel sejak melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 7 Oktober, yang diberi nama Operasi Badai al-Aqsa. Lebih dari 1.400 orang tewas di Israel akibat serangan mengejutkan lebih dari dua pekan lalu.
Israel merespons dengan mendeklarasikan perang yang menggunakan nama sandi Operasi Pedang Besi. Respons militer Zionis berupa serangan udara besar-besaran dan tembakan artileri telah menewaskan lebih dari 4.000 orang di Gaza.
Setidaknya lima warga Israel terluka dalam serangan roket Hamas pada hari Selasa itu. Mereka terluka akibat efek serangan secara terpisah di berbagai wilayah, yakni di Holon, Tel Aviv, Kfar Saba, Be'er Yaakov dan Yavne.
Militer Israel tetap siap melancarkan invasi darat ke Gaza kapan pun, meski rencana operasi semacam itu tertunda.
Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Herzi Halevi mengatakan kepada wartawan bahwa Israel "siap menyerang", namun tetap menjelaskan penundaannya.
“Pada tahap ini, ada faktor taktis dan strategis yang memberi kami lebih banyak waktu untuk berkembang dan memanfaatkan setiap menit agar lebih siap,” ujarnya.
Hamas telah menembakkan ribuan roket ke Israel sejak melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 7 Oktober, yang diberi nama Operasi Badai al-Aqsa. Lebih dari 1.400 orang tewas di Israel akibat serangan mengejutkan lebih dari dua pekan lalu.
Israel merespons dengan mendeklarasikan perang yang menggunakan nama sandi Operasi Pedang Besi. Respons militer Zionis berupa serangan udara besar-besaran dan tembakan artileri telah menewaskan lebih dari 4.000 orang di Gaza.
Setidaknya lima warga Israel terluka dalam serangan roket Hamas pada hari Selasa itu. Mereka terluka akibat efek serangan secara terpisah di berbagai wilayah, yakni di Holon, Tel Aviv, Kfar Saba, Be'er Yaakov dan Yavne.
Militer Israel tetap siap melancarkan invasi darat ke Gaza kapan pun, meski rencana operasi semacam itu tertunda.
Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Herzi Halevi mengatakan kepada wartawan bahwa Israel "siap menyerang", namun tetap menjelaskan penundaannya.
“Pada tahap ini, ada faktor taktis dan strategis yang memberi kami lebih banyak waktu untuk berkembang dan memanfaatkan setiap menit agar lebih siap,” ujarnya.
Lihat Juga :