Trump Ragu Jeffrey Epstein Bunuh Diri

Selasa, 04 Agustus 2020 - 20:17 WIB
"Tanyakan saja kepada Pangeran Andrew. Dia akan memberitahumu tentang hal itu," kata Trump pada tahun 2015.

Duke of York diketahui berteman dengan Ghislaine Maxwell dan Jeffrey Epstein. Ia bahkan mengunjungi sang miliarder pada tahun 2010 setelah yang terakhir dinyatakan bersalah dalam kasus prostitusi anak.

Salah satu dari dugaan korban Epstein, Virginia Giuffre, mengklaim bahwa ia dipaksa oleh Epstein dan Maxwell untuk berhubungan seks dengan Pangeran Andrew setidaknya tiga kali, termasuk ketika ia masih di bawah umur, klaim yang dibantah oleh Duke of York.

Epstein ditangkap pada 2019 dan didakwa menjalankan jaringan perdagangan seks anak di bawah umur. Dia kemudian ditemukan gantung diri di sel penjara. Kematiannya terjadi dalam keadaan yang aneh. Miliarder itu sebelumnya berusaha mencabut nyawanya dan ditempatkan pada pengawasan khusus. Namun, beberapa hari kemudian ia ditemukan tak bernyawa. Para penjaga yang ditugaskan mengawasinya tertidur ketika dia meninggal.

Semua detail mencurigakan ini dan fakta bahwa Epstein bergaul dengan perdana menteri, bangsawan, selebritas, dan presiden, termasuk mantan presiden Bill Clinton dan Donald Trump, memicu teori konspirasi. Satu teori semacam itu mengatakan Epstein memalsukan kematiannya sendiri dan melarikan diri dari penjara dengan bantuan teman-teman kuatnya. Menurut yang lain, teman-teman yang sama membunuh Epstein karena mereka takut dia akan "bernyanyi" selama persidangan. (Baca: Bill Clinton Terseret Kasus Skandal Budak Seks Epstein )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!