Trump Ragu Jeffrey Epstein Bunuh Diri

Selasa, 04 Agustus 2020 - 20:17 WIB
loading...
Trump Ragu Jeffrey Epstein...
Presiden AS Donald Trump ragu jika terdakwa kasus perdagangan seks anak Jeffrey Epstein bunuh diri. Foto/Forbes
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merasa ragu jika terdakwa kasus perdagangan seks anak, Jeffrey Epstein , melakukan bunuh diri. Hal itu diungkapkannya dalam wawancara dengan Axios.

Selama wawancara dengan Axios, Trump diminta untuk mengomentari pernyataan baru-baru ini di mana ia mengirim ucapan selamat kepada Ghislaine Maxwell, mantan pacar Epstein, yang ditangkap oleh FBI pada awal Juli.

"Pacarnya (Epstein) entah terbunuh atau bunuh diri di penjara. Dia sekarang di penjara. Ya, saya berharap dia baik-baik saja. Saya berharap Anda baik-baik saja. Saya berharap banyak orang baik-baik. Semoga beruntung. Biarkan mereka membuktikan seseorang bersalah," jelas Trump seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (4/8/2020).(Baca: Kasus Budak Seks Epstein, Ghislaine Maxwell Mengaku Tidak Bersalah )

Pada akhir Juli lalu, Trump sempat mengingat bagaimana dia bertemu Ghislaine Maxwell, beberapa kali selama bertahun-tahun di Palm Beach, tempat tinggalnya. Ditanya apakah Trump berpikir Maxwell dapat mempengaruhi orang-orang kuat yang dekat dengan Epstein, orang nomor satu di AS itu mengaku tidak terlaku mengikuti kasus tersebut.

"Aku tidak tahu situasinya dengan Pangeran Andrew. Aku tidak tahu. Aku hanya tidak menyadarinya," kata Trump saat konferensi pers di Gedung Putih.

Pernyataan tentang Duke of York tampaknya bertentangan dengan pernyataan Trump pada tahun 2015 ketika ia mencalonkan diri sebagai presiden. Saat itu Trump mengatakan bahwa Pangeran Andrew akan berbicara tentang pulau pribadi Epstein, yang dijulukinya sebagai "kolam limbah".

"Tanyakan saja kepada Pangeran Andrew. Dia akan memberitahumu tentang hal itu," kata Trump pada tahun 2015.

Duke of York diketahui berteman dengan Ghislaine Maxwell dan Jeffrey Epstein. Ia bahkan mengunjungi sang miliarder pada tahun 2010 setelah yang terakhir dinyatakan bersalah dalam kasus prostitusi anak.

Salah satu dari dugaan korban Epstein, Virginia Giuffre, mengklaim bahwa ia dipaksa oleh Epstein dan Maxwell untuk berhubungan seks dengan Pangeran Andrew setidaknya tiga kali, termasuk ketika ia masih di bawah umur, klaim yang dibantah oleh Duke of York.

Epstein ditangkap pada 2019 dan didakwa menjalankan jaringan perdagangan seks anak di bawah umur. Dia kemudian ditemukan gantung diri di sel penjara. Kematiannya terjadi dalam keadaan yang aneh. Miliarder itu sebelumnya berusaha mencabut nyawanya dan ditempatkan pada pengawasan khusus. Namun, beberapa hari kemudian ia ditemukan tak bernyawa. Para penjaga yang ditugaskan mengawasinya tertidur ketika dia meninggal.

Semua detail mencurigakan ini dan fakta bahwa Epstein bergaul dengan perdana menteri, bangsawan, selebritas, dan presiden, termasuk mantan presiden Bill Clinton dan Donald Trump, memicu teori konspirasi. Satu teori semacam itu mengatakan Epstein memalsukan kematiannya sendiri dan melarikan diri dari penjara dengan bantuan teman-teman kuatnya. Menurut yang lain, teman-teman yang sama membunuh Epstein karena mereka takut dia akan "bernyanyi" selama persidangan. (Baca: Bill Clinton Terseret Kasus Skandal Budak Seks Epstein )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
5 Fakta Trump Ingin...
5 Fakta Trump Ingin Membeli Kepulauan Chagos yang Sangat Strategis
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bakal Sendirian Melawan Iran Jika Tingkatkan Konflik!
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
FIFA Perketat Aturan,...
FIFA Perketat Aturan, Drama Mengulur Dihabisi
Hong Kong Bongkar Sindikat...
Hong Kong Bongkar Sindikat Merchandise Piala Dunia Palsu Senilai Rp359 Miliar
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Praz Teguh Akui Sudah Kembalikan Uang Saku
Berita Terkini
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved