Ilmuwan China Lari ke AS: Covid-19 Dibuat di Lab Militer Partai Komunis

Senin, 03 Agustus 2020 - 13:51 WIB
Yan mengatakan bahwa dia adalah salah satu ilmuwan pertama di dunia yang mempelajari virus corona.

Dia diduga diminta oleh atasannya di laboratorium rujukan Universitas/WHO, Dr. Leo Poon, untuk melihat cluster aneh kasus mirip SARS yang terjadi di Wuhan pada akhir Desember 2019.

"Pemerintah China menolak untuk membiarkan para ahli di luar negeri, termasuk yang di Hong Kong, melakukan penelitian di China," ujarnya.

"Jadi saya menoleh ke teman-teman saya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut."

Setelah mempresentasikan temuannya, Dr Yan mengklaim bahwa atasannya pada awalnya menyarankannya untuk melanjutkan penyelidikan tetapi kemudian dia berkata untuk "tetap diam dan berhati-hati".

Menanggapi klaim tersebut, juru bicara Hong Kong's School of Public Health mengatakan bahwa Dr Li Meng Yan saat ini bukan karyawan.

"Dr Li Meng Yan tidak lagi menjadi anggota staf universitas," kata juru bicara kampus tersebut.

"Karena menghormati karyawan kami yang sekarang dan mantan, kami tidak mengungkapkan informasi pribadi tentang dia. Pemahaman Anda sangat dihargai."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!