Jerman-Prancis Kurangi Penggunaan Teknologi AS Dalam Produksi Alat Militer
Minggu, 02 Agustus 2020 - 21:36 WIB
"Tanpa ITAR dan sistem peraturan AS lainnya, Eropa mendapat lebih banyak kebebasan dalam siapa yang memasok dengan produk militer," ucap Florent Chauvancy, Direktur Penjualan Departemen Mesin Helikopter Prancis, Safran.
"Salah satu keunggulan 100 persen produk buatan Eropa adalah bahwa perusahaan-perusahaan ini tetap berada di Eropa dan tidak jatuh ke tangan orang non-Eropa," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (2/8/2020).
Prancis dan Jerman secara resmi mengumumkan program bersama Future Combat Air System pada Juli 2017, yang bertujuan untuk membuat jet tempur buatan Eropa sepenuhnya. ( Lihat grafis: SU-35 Resmi Mendarat, Inilah Jajaran Fighter yang Dimiliki Mesir )
Jet tempur ini pada akhirnya akan menggantikan Eurofighter Typhoon dan Dassault Rafale generasi keempat. Airbus dan Dassault Aviation terlibat dalam pembuatan jet tempur itu dan Safran serta MTU Aero Engines Jerman akan bekerja sama dalam pengembangan mesin.
"Salah satu keunggulan 100 persen produk buatan Eropa adalah bahwa perusahaan-perusahaan ini tetap berada di Eropa dan tidak jatuh ke tangan orang non-Eropa," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (2/8/2020).
Prancis dan Jerman secara resmi mengumumkan program bersama Future Combat Air System pada Juli 2017, yang bertujuan untuk membuat jet tempur buatan Eropa sepenuhnya. ( Lihat grafis: SU-35 Resmi Mendarat, Inilah Jajaran Fighter yang Dimiliki Mesir )
Jet tempur ini pada akhirnya akan menggantikan Eurofighter Typhoon dan Dassault Rafale generasi keempat. Airbus dan Dassault Aviation terlibat dalam pembuatan jet tempur itu dan Safran serta MTU Aero Engines Jerman akan bekerja sama dalam pengembangan mesin.
(esn)
Lihat Juga :