Jenderal Tertinggi AS: Ukraina Telah Bebaskan 54% Wilayah yang Direbut Rusia

Rabu, 20 September 2023 - 07:23 WIB
Pada hari-hari awal perang, Ukraina sebagian besar fokus pada pertahanan diri dari serbuan pasukan Rusia, namun pada musim panas ini, negara tersebut melancarkan serangan balasan besar-besaran yang bertujuan untuk memukul mundur semua kekuatan penyerang.

“Ini tidak terlalu mengejutkan...serangan Ukraina berjalan sedikit lebih lambat dari perkiraan sebelumnya,” kata Milley.

Namun dia juga mengatakan dia yakin dengan kekuatan Ukraina dan keinginan mereka untuk memanfaatkan keuntungan mereka.

“Saat memasuki musim dingin, lahan akan menjadi berlumpur, namun kemudian membeku,” kata Milley. “Tidak ada niat apa pun dari pihak Ukraina untuk berhenti berperang selama musim dingin.”

Sebagian besar pertempuran terjadi melawan posisi-posisi yang sangat dipertahankan dan mengakar—sesuatu yang telah diperingatkan oleh para pejabat militer selama berbulan-bulan.

Namun, Milley mengatakan; “Secara umum, Ukraina telah menembus beberapa lapisan pertahanan ini.”

“Ini belum 100% dapat ditembus, tetapi mereka telah menembus beberapa lapisan dan mereka bergerak sangat lambat, menjaga kekuatan tempur mereka,” imbuh Jenderal Milley.

Meskipun lambatnya kemajuan ini tidak mengherankan bagi para pemimpin militer, hal ini juga terjadi pada saat kemauan politik untuk terus mengirimkan peralatan militer dan bantuan ke Ukraina sedang ditantang di Capitol Hill.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!