Korsel Ancam Lenyapkan Korea Utara Jika Berani Gunakan Senjata Nuklir
Senin, 18 September 2023 - 20:56 WIB
Wawancara Yoon keluar pada hari terakhir kunjungan Kim ke Rusia, perjalanan yang menimbulkan kekhawatiran di Korea Selatan dan Barat.
Baca juga: Zelensky Tolak Konsesi Wilayah dengan Rusia, Lanjut Perang Meski Babak-belur
Pemimpin Korea Utara tersebut telah berada di negaranya sejak Selasa, mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Pertahanan Sergey Shoigu.
Kim juga mengunjungi Kosmodrom Vostochny dan pabrik penerbangan di Timur Jauh Rusia, dan diperlihatkan berbagai perangkat keras militer, termasuk pesawat pengebom strategis berkemampuan nuklir.
Media Korea Utara, Voice of Korea, mengatakan dalam pembicaraan mereka pada Sabtu, “Kim dan Shoigu membahas cara-cara untuk memperkuat lebih lanjut… kerja sama dan pertukaran timbal balik antara angkatan bersenjata kedua negara baik di bidang pertahanan dan keamanan negara.”
“Kerja sama militer antara Korea Utara dan Rusia adalah ilegal dan tidak adil karena bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB dan berbagai sanksi internasional lainnya,” klaim presiden Korea Selatan.
Baca juga: Zelensky Tolak Konsesi Wilayah dengan Rusia, Lanjut Perang Meski Babak-belur
Pemimpin Korea Utara tersebut telah berada di negaranya sejak Selasa, mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Pertahanan Sergey Shoigu.
Kim juga mengunjungi Kosmodrom Vostochny dan pabrik penerbangan di Timur Jauh Rusia, dan diperlihatkan berbagai perangkat keras militer, termasuk pesawat pengebom strategis berkemampuan nuklir.
Media Korea Utara, Voice of Korea, mengatakan dalam pembicaraan mereka pada Sabtu, “Kim dan Shoigu membahas cara-cara untuk memperkuat lebih lanjut… kerja sama dan pertukaran timbal balik antara angkatan bersenjata kedua negara baik di bidang pertahanan dan keamanan negara.”
“Kerja sama militer antara Korea Utara dan Rusia adalah ilegal dan tidak adil karena bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB dan berbagai sanksi internasional lainnya,” klaim presiden Korea Selatan.
Lihat Juga :