Hukuman Mati Bomber Boston Marathon Dzhokhar Tsarnaev Dibatalkan
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 05:58 WIB
Hakim Pengadilan Banding Sirkuit ke-1 AS, O Rogeriee Thompson, mengatakan hakim pemimpin persidangan federal 2015 gagal dalam melakukan proses pemilihan para hakim dan memastikannya bisa menolak sebagian hakim yang terpapar pada publisitas pra-persidangan seputar kasus yang terkenal itu.
Thompson mengatakan liputan berita yang meluas tentang pemboman dan akibatnya menampilkan foto-foto dan video-video Tsarnaev yang mengerikan—kini berusia 27 tahun—dan saudara laki-lakinya membawa ransel di arena maraton serta orang-orang yang terluka dan terbunuh di dekat garis finish.
Thompson menekankan batas putusan pengadilan. "Jangan salah; Dzhokhar akan menghabiskan hari-harinya yang tersisa dikurung di penjara, dengan satu-satunya yang tersisa adalah apakah dia akan mati dengan eksekusi (atau tidak)," katanya, seperti dikutip Reuters, Sabtu (1/8/2020).
Tsarnaev ditahan di penjara "Supermax" Amerika Serikat di Florence, Colorado, sebuah situs yang begitu terpencil dan diamankan dengan baik sehingga dijuluki "Alcatraz of the Rockies".
Tsarnaev dan kakak laki-lakinya, Tamerlan Tsarnaev, memicu kepanikan lima hari di Boston pada 15 April 2013, ketika mereka meledakkan dua bom panci buatan sendiri di garis finish maraton dan kemudian bersembunyi.
Tiga malam kemudian, ketika mereka berusaha melarikan diri dari kota, mereka memicu babak teror baru di Boston ketika mereka membajak sebuah mobil dan kemudian menembak mati petugas kepolisian Massachusetts Institute of Technology Sean Collier. Kakak laki-laki Tsarnaev tewas pada malam itu setelah baku tembak dengan polisi, yang berakhir ketika Dzhokhar Tsarnaev menabraknya dengan mobil curian.
Thompson mengatakan liputan berita yang meluas tentang pemboman dan akibatnya menampilkan foto-foto dan video-video Tsarnaev yang mengerikan—kini berusia 27 tahun—dan saudara laki-lakinya membawa ransel di arena maraton serta orang-orang yang terluka dan terbunuh di dekat garis finish.
Thompson menekankan batas putusan pengadilan. "Jangan salah; Dzhokhar akan menghabiskan hari-harinya yang tersisa dikurung di penjara, dengan satu-satunya yang tersisa adalah apakah dia akan mati dengan eksekusi (atau tidak)," katanya, seperti dikutip Reuters, Sabtu (1/8/2020).
Tsarnaev ditahan di penjara "Supermax" Amerika Serikat di Florence, Colorado, sebuah situs yang begitu terpencil dan diamankan dengan baik sehingga dijuluki "Alcatraz of the Rockies".
Tsarnaev dan kakak laki-lakinya, Tamerlan Tsarnaev, memicu kepanikan lima hari di Boston pada 15 April 2013, ketika mereka meledakkan dua bom panci buatan sendiri di garis finish maraton dan kemudian bersembunyi.
Tiga malam kemudian, ketika mereka berusaha melarikan diri dari kota, mereka memicu babak teror baru di Boston ketika mereka membajak sebuah mobil dan kemudian menembak mati petugas kepolisian Massachusetts Institute of Technology Sean Collier. Kakak laki-laki Tsarnaev tewas pada malam itu setelah baku tembak dengan polisi, yang berakhir ketika Dzhokhar Tsarnaev menabraknya dengan mobil curian.
Lihat Juga :