Pemimpin Hong Kong Tunda Pemilu Hingga Setahun, Oposisi Terpukul

Jum'at, 31 Juli 2020 - 21:01 WIB
Lam yang didukung China itu menyatakan dia telah menerapkan hukum darurat untuk melakukan penundaan pemilu dan tak ada pertimbangan politik dalam keputusan itu.

Parlemen China akan memutuskan bagaimana mengisi kekosongan legislatif akibat keputusan ini. (Baca Juga: Raja Salman Ucapkan Selamat Idul Adha setelah Keluar Rumah Sakit)

Pemilu ini menjadi pemilu resmi pertama di Hong Kong sejak Beijing menerapkan UU keamanan yang memberi wewenang China menerapkan hukuman penjara seumur hidup pada kasus penghasutan, subversi, terorisme dan kolusi dengan kekuatan asing. (Lihat Infografis: Persaingan Misil Hipersonik Kian Intensif di Antara Kekuatan Dunia)

Hong Kong dikembalikan ke China pada 1997 dengan jaminan otonomi. Namun para pengkritik menganggap UU baru itu merusak otonomi Hong Kong dan menempatkan kota itu dalam kondisi lebih otoriter. (Lihat Video: Penampakan Tawaf Ibadah Haji dalam Masa Pandemi di Masjidil Haram)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!