Inggris Sambut Baik Sanksi UE Terhadap Rusia, China, dan Korut
Jum'at, 31 Juli 2020 - 14:52 WIB
Sementara itu, Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan sanksi siber akan memberlakukan biaya yang berarti bagi perilaku negara dan non-negara yang ceroboh melalui pembekuan aset dan larangan bepergian di dalam UE, termasuk Inggris.
Sanksi itu sendiri dijatuhkan berdasarkan kerangka kerja yang ditetapkan setahun yang lalu, tetapi tidak pernah diterapkan sebelum mengizinkan UE untuk menerapkan tindakan pembatasan yang ditargetkan untuk mencegah dan menanggapi serangan dunia maya.
( Baca juga: Mentari Bisa Bikin Indonesia Jadi Negara Adidaya Energi Terbarukan )
UE mengatakan, untuk mencegah, menghalangi dan menanggapi kelanjutan, dan peningkatan perilaku jahat di dunia maya, enam orang dan tiga entitas atau badan harus dari Rusia, China dan Korut dimasukkan dalam daftar sanksi.
"Orang-orang dan entitas atau badan tersebut bertanggung jawab untuk, memberikan dukungan untuk atau terlibat dalam, atau memfasilitasi serangan cyber atau upaya serangan siber," ujarnya.
Sanksi itu sendiri dijatuhkan berdasarkan kerangka kerja yang ditetapkan setahun yang lalu, tetapi tidak pernah diterapkan sebelum mengizinkan UE untuk menerapkan tindakan pembatasan yang ditargetkan untuk mencegah dan menanggapi serangan dunia maya.
( Baca juga: Mentari Bisa Bikin Indonesia Jadi Negara Adidaya Energi Terbarukan )
UE mengatakan, untuk mencegah, menghalangi dan menanggapi kelanjutan, dan peningkatan perilaku jahat di dunia maya, enam orang dan tiga entitas atau badan harus dari Rusia, China dan Korut dimasukkan dalam daftar sanksi.
"Orang-orang dan entitas atau badan tersebut bertanggung jawab untuk, memberikan dukungan untuk atau terlibat dalam, atau memfasilitasi serangan cyber atau upaya serangan siber," ujarnya.
(esn)
Lihat Juga :