Ukraina Klaim Rusak Jet Tempur Berharga Rusia dengan Drone Kardus

Selasa, 29 Agustus 2023 - 21:38 WIB
Klaim tersebut tidak seliar kedengarannya. Pada bulan Maret, produsen pertahanan Australia SYPAQ mengumumkan bahwa mereka telah mendapatkan kontrak senilai USD700.000 dengan pemerintah Australia untuk memproduksi drone Corvo Precision Payload Delivery System untuk Ukraina.

Drone Corvo digambarkan oleh SYPAQ sebagai "pesawat karton", tetapi menurut siaran pers perusahaan sebelumnya, drone tersebut terbuat dari papan busa berlapis lilin. Drone itu datang dalam bentuk datar dan dapat terbang hingga 120 kilometer sehingga menempatkan Kursk berada dalam jangkauan perbatasan Ukraina.

Mereka dirancang untuk pengintaian atau pengiriman, bukan untuk membawa bahan peledak.

Tidak jelas bagaimana tepatnya senjata tersebut digunakan sebagai bagian dari serangan terbaru. Berdasarkan klaim @fighterbomber, serangan tersebut menggabungkan drone yang dapat meledak dengan drone kosong, menunjukkan bahwa konstruksi papan Corvo yang ringan akan membantu kelompok drone tersebut menghindari radar.

Mantan jenderal Australia Mick Ryan mengatakan kepada The Age bahwa akan mudah untuk mengadaptasi Corvo untuk membawa bahan peledak. SYPAQ menolak mengomentari laporan tentang bagaimana drone tersebut digunakan.

Baca Juga: Didukung Penuh AS dalam Jangka Panjang, Presiden Zelensky Yakin Ukraina Bernasib seperti Israel
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!