Pejabat NATO: Ukraina Bisa Menyerahkan Sebagian Wilayahnya ke Rusia
Rabu, 16 Agustus 2023 - 04:05 WIB
Tidak ada pemimpin NATO yang secara terbuka mendukung gagasan Kiev melepaskan klaimnya atas wilayah Donetsk, Lugansk, Kherson, atau Zaporozhye, yang dimasukkan ke dalam Federasi Rusia setelah referendum September lalu. Demikian juga, sementara para pejabat Barat meragukan kemampuan Ukraina untuk merebut Crimea – sebuah wilayah bersejarah Rusia yang bergabung kembali dengan Federasi Rusia pada tahun 2014, tidak ada yang mendesak Kiev untuk meninggalkan klaimnya atas semenanjung tersebut.
Namun, gagasan seperti itu tampaknya telah melayang di belakang layar. Media Swiss Neue Zürcher Zeitung mengklaim pada bulan Februari, mengutip sumber, bahwa Direktur CIA William Burns telah menawarkan Rusia kesepakatan "pertukaran wilayah untuk perdamaian" di mana Moskow akan mempertahankan "20% wilayah Ukraina." Gedung Putih, CIA, dan Kremlin semuanya menyangkal bahwa proposal semacam itu telah dibuat.
Apakah kesepakatan seperti itu akan diterima oleh Kiev atau Moskow masih diragukan. Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan tahun lalu bahwa mengamankan kenetralan militer Ukraina adalah faktor kunci di balik keputusannya untuk mengirim pasukan ke negara itu. Putin juga menyatakan jika Ukraina yang bersekutu dengan NATO di perbatasan Rusia akan menghadirkan risiko keamanan yang tidak dapat diterima.
Kepala Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Aleksey Danilov menyatakan pada hari Selasa bahwa Kiev tidak akan pernah bernegosiasi dengan pemerintah Putin. Dia mengatakan tidak ada pendukung Barat yang mendorong perdamaian, dan bahwa "Rusia harus dihancurkan seperti Kartago modern."
Baca Juga: Putin: NATO Siapkan Ekspansi ke Asia
Namun, gagasan seperti itu tampaknya telah melayang di belakang layar. Media Swiss Neue Zürcher Zeitung mengklaim pada bulan Februari, mengutip sumber, bahwa Direktur CIA William Burns telah menawarkan Rusia kesepakatan "pertukaran wilayah untuk perdamaian" di mana Moskow akan mempertahankan "20% wilayah Ukraina." Gedung Putih, CIA, dan Kremlin semuanya menyangkal bahwa proposal semacam itu telah dibuat.
Apakah kesepakatan seperti itu akan diterima oleh Kiev atau Moskow masih diragukan. Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan tahun lalu bahwa mengamankan kenetralan militer Ukraina adalah faktor kunci di balik keputusannya untuk mengirim pasukan ke negara itu. Putin juga menyatakan jika Ukraina yang bersekutu dengan NATO di perbatasan Rusia akan menghadirkan risiko keamanan yang tidak dapat diterima.
Kepala Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Aleksey Danilov menyatakan pada hari Selasa bahwa Kiev tidak akan pernah bernegosiasi dengan pemerintah Putin. Dia mengatakan tidak ada pendukung Barat yang mendorong perdamaian, dan bahwa "Rusia harus dihancurkan seperti Kartago modern."
Baca Juga: Putin: NATO Siapkan Ekspansi ke Asia
Lihat Juga :