Di Tengah Pandemi Covid-19, KBRI London Dorong Startup Inggris Investasi di Indonesia
Kamis, 30 Juli 2020 - 00:10 WIB
“Dengan pertumbuhan pengguna active smartphone, internet access dan internet user yang terus meningkat, pasar digital Indonesia diramalkan akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara,” lanjut Odo, sebagaimana disampaikan KBRI London dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews.com. (Baca juga: Upaya Start Up Pemula Agar Bisa Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19 )
Foto/KBRI London
Indonesia memiliki lanskap digital yang sangat dinamis, di mana saat ini ada 175 juta orang yang aktif menggunakan internet dan 338 juta orang langganan seluler, serta pasar ekonomi digital diproyeksikan meningkat lebih dari 300 persen dibanding tahun 2019 yang berjumlah USD30 miliar menjadi USD130 miliar pada tahun 2025. Hal itu diperkuat oleh adanya empat startup berstatus unicorn dan satu perusahaan decacorn.
Sesi panel webinar Indonesia’s Digital Economy didahului paparan Berni Moestafa, VP Public Policy and Government Relation Gojek yang menjelaskan mengenai perkembangan dari awal bisnis Gojek di tahun 2010 dengan layanan call-centerhingga meluncurkan aplikasi dengan tiga layanan, yakni; GoRide, GoSend, dan GoMart di tahun 2015. Sejak saat itu, laju Gojek semakin cepat hingga menjadi decacorn di tahun 2019 yang melayani jutaan pengguna di Asia Tenggara, termasuk Singapura, Vietnam dan Thailand.
Foto/KBRI London
Indonesia memiliki lanskap digital yang sangat dinamis, di mana saat ini ada 175 juta orang yang aktif menggunakan internet dan 338 juta orang langganan seluler, serta pasar ekonomi digital diproyeksikan meningkat lebih dari 300 persen dibanding tahun 2019 yang berjumlah USD30 miliar menjadi USD130 miliar pada tahun 2025. Hal itu diperkuat oleh adanya empat startup berstatus unicorn dan satu perusahaan decacorn.
Sesi panel webinar Indonesia’s Digital Economy didahului paparan Berni Moestafa, VP Public Policy and Government Relation Gojek yang menjelaskan mengenai perkembangan dari awal bisnis Gojek di tahun 2010 dengan layanan call-centerhingga meluncurkan aplikasi dengan tiga layanan, yakni; GoRide, GoSend, dan GoMart di tahun 2015. Sejak saat itu, laju Gojek semakin cepat hingga menjadi decacorn di tahun 2019 yang melayani jutaan pengguna di Asia Tenggara, termasuk Singapura, Vietnam dan Thailand.
Lihat Juga :