AS Dituduh Khianati Sekutunya Terkait Kudeta Militer Niger
Selasa, 15 Agustus 2023 - 10:16 WIB
Pemerintah Prancis juga siap untuk mendukung penggunaan kekuatan oleh negara-negara Afrika Barat untuk tujuan itu, karena mendukung Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) dalam keputusannya untuk memobilisasi pasukan cadangan setelah penggulingan Bazoum.
Laporan surat kabar Prancis itu menambahkan, dengan mengirim Nuland ke Niger, AS menunjukkan bahwa mereka siap untuk berbicara dengan para pemimpin kudeta.
"Bagi [Presiden Prancis] Emmanuel Macron, kredibilitas Prancis, khususnya dalam wacana demokrasi, dipertaruhkan. Bagi orang Amerika, bahkan jika mereka juga khawatir tentang kembalinya tatanan konstitusional dengan cepat, prioritasnya adalah stabilitas kawasan,” kata sumber diplomatik Prancis.
"Orang Amerika hanya ingin mempertahankan pangkalan mereka di wilayah tersebut di atas segalanya," ujarnya, menambahkan bahwa Washington tidak akan ragu untuk membatalkan tuntutan atas apa yang disebutnya “legalitas konstitusional” untuk mencapai tujuan ini.
Sekarang, Paris khawatir Washington dapat mencapai kesepakatan dengan pemerintah militer Niger di belakang punggung Prancis.
Sekadar diketahui, AS memiliki kekuatan yang cukup besar di Niger, berjumlah sekitar 1.300 tentara dan hampir menyamai Prancis, yang memiliki sekitar 1.500 prajurit di negara itu.
Pasukan Amerika dibagi antara dua pangkalan, yang terletak di Ibu Kota Niger, Niamey, dan kota Agadez di wilayah utara.
Laporan surat kabar Prancis itu menambahkan, dengan mengirim Nuland ke Niger, AS menunjukkan bahwa mereka siap untuk berbicara dengan para pemimpin kudeta.
"Bagi [Presiden Prancis] Emmanuel Macron, kredibilitas Prancis, khususnya dalam wacana demokrasi, dipertaruhkan. Bagi orang Amerika, bahkan jika mereka juga khawatir tentang kembalinya tatanan konstitusional dengan cepat, prioritasnya adalah stabilitas kawasan,” kata sumber diplomatik Prancis.
"Orang Amerika hanya ingin mempertahankan pangkalan mereka di wilayah tersebut di atas segalanya," ujarnya, menambahkan bahwa Washington tidak akan ragu untuk membatalkan tuntutan atas apa yang disebutnya “legalitas konstitusional” untuk mencapai tujuan ini.
Sekarang, Paris khawatir Washington dapat mencapai kesepakatan dengan pemerintah militer Niger di belakang punggung Prancis.
Sekadar diketahui, AS memiliki kekuatan yang cukup besar di Niger, berjumlah sekitar 1.300 tentara dan hampir menyamai Prancis, yang memiliki sekitar 1.500 prajurit di negara itu.
Pasukan Amerika dibagi antara dua pangkalan, yang terletak di Ibu Kota Niger, Niamey, dan kota Agadez di wilayah utara.
Lihat Juga :