PM Anwar Ibrahim Tetap Berjaya pada Pemilu Negara Bagian, Apa Rahasianya?
Minggu, 13 Agustus 2023 - 22:30 WIB
Namun para analis mengatakan aliansi longgar ini dianggap tidak stabil dan membutuhkan dukungan lebih kuat dari mayoritas Melayu.
Banyak orang Melayu memandang Anwar terlalu liberal dan takut identitas Islam dan hak istimewa ekonomi mereka di bawah program tindakan afirmatif yang telah berlangsung puluhan tahun dapat digerogoti. Orang Melayu merupakan lebih dari dua pertiga dari 33 juta penduduk Malaysia.
Oh Ei Sun, seorang analis di Pacific Research Centre of Malaysia, mengatakan hasil pemilumerupakan kemenangan besar bagi Anwar setelah dia menggagalkan tantangan dari partai Islam PAS (Partai Islam se-Malaysia) yang kuat.
"Tapi Anwar harus tetap waspada,” kata Oh.
“Tidak ada jaminan bahwa pemerintahannya akan bertahan sampai pemilihan umum berikutnya.”
Mustafa Izzuddin, seorang analis politik dengan konsultan Solaris Strategies Singapore, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa "dalam banyak hal merupakan pereda stres bagi Anwar untuk tidak dihadapkan pada perubahan politik besar yang dapat mengubah status quo".
Tetapi hasilnya juga mengecewakan karena “koalisinya tidak membuat terobosan yang signifikan”, kata Mustafa.
"Namun, Anwar memiliki lebih dari cukup waktu sebelum pemilihan umum 2027 untuk menopang dukungan termasuk tawar-menawar politik yang rumit yang mungkin perlu dilakukan dalam koalisi," tambahnya.
Banyak orang Melayu memandang Anwar terlalu liberal dan takut identitas Islam dan hak istimewa ekonomi mereka di bawah program tindakan afirmatif yang telah berlangsung puluhan tahun dapat digerogoti. Orang Melayu merupakan lebih dari dua pertiga dari 33 juta penduduk Malaysia.
Oh Ei Sun, seorang analis di Pacific Research Centre of Malaysia, mengatakan hasil pemilumerupakan kemenangan besar bagi Anwar setelah dia menggagalkan tantangan dari partai Islam PAS (Partai Islam se-Malaysia) yang kuat.
"Tapi Anwar harus tetap waspada,” kata Oh.
“Tidak ada jaminan bahwa pemerintahannya akan bertahan sampai pemilihan umum berikutnya.”
Mustafa Izzuddin, seorang analis politik dengan konsultan Solaris Strategies Singapore, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa "dalam banyak hal merupakan pereda stres bagi Anwar untuk tidak dihadapkan pada perubahan politik besar yang dapat mengubah status quo".
Tetapi hasilnya juga mengecewakan karena “koalisinya tidak membuat terobosan yang signifikan”, kata Mustafa.
"Namun, Anwar memiliki lebih dari cukup waktu sebelum pemilihan umum 2027 untuk menopang dukungan termasuk tawar-menawar politik yang rumit yang mungkin perlu dilakukan dalam koalisi," tambahnya.
(ahm)
Lihat Juga :