260 Kapal Penangkap Ikan China Dekati Kepulauan Galapagos, AL Ekuador Siaga

Rabu, 29 Juli 2020 - 19:33 WIB
Mantan menteri lingkungan Ekuador, Yolanda Kakabadse, bersama dengan Roque Sevilla, mantan wali kota ibu kota Ekuador, Quito, mengatakan kepada The Guardian pada hari Senin bahwa mereka sedang mengembangkan "strategi perlindungan" untuk meminta armada China untuk tidak kembali, menegakkan perjanjian internasional yang melindungi migrasi spesies

dan memperluas ZEE hingga radius 350 mil dari pulau.

“Ukuran dan agresivitas armada ini terhadap spesies laut merupakan ancaman besar bagi keseimbangan spesies di Galapagos,” kata Kakabadse. Terhadap sentimen ini, Sevilla menggemakan; "Penangkapan ikan China yang tidak terkendali di tepi zona lindung merusak upaya Ekuador untuk melindungi kehidupan laut di Galapagos."

Kapal-kapal penangkap ikan China setiap tahun datang ke perairan internasional di sekitar Galapagos, tetapi pada tahun ini armadanya secara signifikan lebih besar dari sebelumnya dan telah berada dalam jangkauan pulau-pulau yang lebih dekat.

Presiden Ekuador Lenín Moreno melalui Twitter menyatakan dukungannya dalam melestarikan Kepulauan Galapagos. "Kami akan bekerja dalam posisi regional untuk mempertahankan dan melindungi ZEE di sekitar Cagar Alam Laut Galapagos, salah satu daerah penangkapan ikan terkaya dan sarang kehidupan untuk seluruh planet," tulis dia dalam bahasa Spanyol.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!