Kenapa Kudeta Niger sebagai Bukti kalau Pengaruh Prancis di Afrika Menurun Drastis?

Jum'at, 11 Agustus 2023 - 05:05 WIB
Bulan lalu, pengawal presiden Niger menahan Presiden Mohamed Bazoum dan merebut kekuasaan, memicu protes anti-Prancis dari ribuan orang yang mendukung langkah tersebut.

Pemerintah militer baru menuduh Prancis melanggar wilayah udaranya dan melepaskan teroris berbahaya. Para pemimpin kudeta sebelumnya menuduh bekas kekuatan kolonial merencanakan serangan untuk membebaskan Bazoum.

Paris membantah tuduhan tersebut, mengklaim bahwa pihaknya menerbangkan pesawat ke ibu kota Niamey sesuai dengan kesepakatan dengan tentara Niger.

Kudeta di Niger pada 26 Juli telah memicu pemotongan bantuan dari negara-negara mitra, termasuk Prancis, Jerman, dan AS.

Meskipun mendapat sanksi dari blok regional Afrika Barat ECOWAS, yang sedang mempertimbangkan intervensi militer, otoritas baru telah menolak tekanan regional dan internasional untuk membebaskan Bazoum dan memulihkan tatanan demokrasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!