Kibarkan Bendera Rusia, Demonstran Serang Kedubes Prancis di Niger

Senin, 31 Juli 2023 - 06:43 WIB
Beberapa demonstran yang ambil bagian dalam reli hari Minggu memperingatkan pihak luar untuk menjauh.

“Saya juga ingin mengatakan kepada Uni Eropa, Uni Afrika dan ECOWAS, tolong, tolong jauhi urusan kami,” kata Oumar Barou Moussa pada demonstrasi tersebut.

“Sudah waktunya bagi kita untuk mengambil hidup kita, bekerja untuk diri kita sendiri. Sudah waktunya bagi kita untuk berbicara tentang kebebasan dan kebebasan kita," imbuhnya.

Niger, sebuah koloni Prancis hingga tahun 1960, dipandang sebagai mitra terakhir Barat yang dapat diandalkan untuk memerangi ekstrimis di wilayah Sahel Afrika. Prancis memiliki 1.500 tentara di negara yang melakukan operasi gabungan dengan Niger. Amerika Serikat dan negara-negara Eropa lainnya telah membantu melatih pasukan negara.

Baca Juga: Pemimpin Kudeta Niger Deklarasikan Dirinya sebagai Presiden

Anggota militer Niger pada hari Rabu mengumumkan bahwa mereka telah menggulingkan Bazoum dan pada hari Jumat menunjuk Jenderal Abdourahmane Tchiani sebagai pemimpin baru negara itu. Ini menambahkan Niger ke dalam daftar rezim militer yang berkembang di wilayah Sahel Afrika Barat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!