Butuh 757 Tahun untuk Bersihkan Ranjau di Ukraina
Senin, 24 Juli 2023 - 22:01 WIB
Menurut data PBB, hampir 300 warga sipil, termasuk 22 anak-anak, tewas di Ukraina dalam insiden yang terkait dengan persenjataan yang tidak meledak antara Februari 2022 dan Juli 2023, menurut laporan Post.
“Ranjau dan amunisi lain yang tidak meledak juga mengakibatkan 632 warga sipil cedera selama periode yang sama,” ungkap laporan itu.
Baca juga: Putin: Afrika Punya Tempat yang Sah dalam Tentukan Nasib Dunia
Kedua belah pihak yang berkonflik secara aktif menggunakan ranjau dalam operasi mereka, catat outlet media tersebut.
“AS juga berkontribusi pada ranjau di wilayah Ukraina dengan memasok Kiev dengan peluru artileri 155 milimeter yang menciptakan ladang ranjau sementara, meskipun submunisi mereka secara teknis seharusnya menghancurkan diri sendiri,” papar laporan Washington Post.
Persenjataan buatan AS lainnya yang dikirim ke Ukraina adalah ranjau anti-tank M21, yang tidak dapat dihancurkan sendiri, menurut laporan itu.
“Ranjau dan amunisi lain yang tidak meledak juga mengakibatkan 632 warga sipil cedera selama periode yang sama,” ungkap laporan itu.
Baca juga: Putin: Afrika Punya Tempat yang Sah dalam Tentukan Nasib Dunia
Kedua belah pihak yang berkonflik secara aktif menggunakan ranjau dalam operasi mereka, catat outlet media tersebut.
“AS juga berkontribusi pada ranjau di wilayah Ukraina dengan memasok Kiev dengan peluru artileri 155 milimeter yang menciptakan ladang ranjau sementara, meskipun submunisi mereka secara teknis seharusnya menghancurkan diri sendiri,” papar laporan Washington Post.
Persenjataan buatan AS lainnya yang dikirim ke Ukraina adalah ranjau anti-tank M21, yang tidak dapat dihancurkan sendiri, menurut laporan itu.
Lihat Juga :