Sebut Berbahaya, Pakar Rusia Tegur Seruan Serangan Nuklir Preemptive

Minggu, 16 Juli 2023 - 13:56 WIB
Karaganov mengajukan alasan untuk menurunkan ambang batas penggunaan pertama persenjataan nuklirnya, dengan alasan bahwa, pada titik tertentu, Moskow harus mempertimbangkan untuk menyerang target di Eropa.

Tanpa menyebut nama Karaganov, sekelompok sesama anggota Dewan mengatakan mereka dengan tegas mengutuk alasan semacam itu.

“Sangat tidak bertanggung jawab untuk berasumsi bahwa seseorang dapat mengelola konflik nuklir terbatas dan menghentikannya agar tidak menjadi perang nuklir global,” bunyi pernyataan bersama para pakar tersebut.

"Dalam skenario ini, puluhan dan bahkan mungkin jutaan nyawa akan dipertaruhkan. Ini adalah ancaman langsung terhadap kemanusiaan secara keseluruhan," imbuh mereka, seperti dikutip Russia Today, Minggu (16/7/2023).

"Tidak dapat diterima untuk menggunakan argumen pseudo-teoritis dan pernyataan emosional gaya talk show untuk memicu sentimen di masyarakat yang dapat mendorong seseorang ke arah keputusan bencana," lanjut pernyataan Dewan.

Kelompok think tank tersebut, juga dikenal dengan akronim Rusia; SVOP, adalah salah satu pendiri Valdai Discussion Club (Klub Diskusi Valdai), yang sesi tahunannya dihadiri oleh Presiden Vladimir Putin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!