Taliban Perintahkan Salon Kecantikan Ditutup
Selasa, 04 Juli 2023 - 21:01 WIB
Taliban juga telah memutuskan bahwa wanita harus berpakaian dengan cara yang hanya memperlihatkan mata mereka, dan harus didampingi oleh saudara laki-laki jika mereka bepergian lebih dari 72 km.
Pembatasan terus berlanjut meskipun ada kecaman dan protes internasional oleh perempuan serta aktivis yang berbicara atas nama mereka.
Menutup salon kecantikan adalah bagian dari berbagai tindakan yang diberlakukan oleh Taliban ketika mereka terakhir berkuasa antara tahun 1996 dan 2001. Tetapi mereka dibuka kembali pada tahun-tahun setelah invasi pimpinan Amerika Serikat (AS) ke Afghanistan tahun 2001.
Salon kecantikan tetap buka bahkan setelah Taliban merebut kembali kekuasaan dua tahun lalu menyusul penarikan pasukan AS. Tapi jendela toko sering ditutup dan gambar wanita di luar salon dicat dengan cat semprot untuk menyembunyikan wajah mereka.
Menanggapi penutupan baru tersebut, seorang wanita Afghanistan yang berbicara secara anonim mengatakan kepada BBC: "Taliban mengambil hak asasi manusia yang paling mendasar dari wanita Afghanistan."
Baca Juga: PBB: Pemerintahan Taliban Tak Akan Diakui Jika Batasi Hak Perempuan Afghanistan
“Mereka melanggar hak perempuan. Dengan keputusan ini, mereka sekarang merampas perempuan dari melayani perempuan lain. Ketika saya mendengar berita itu, saya benar-benar terkejut," sambungnya.
Pembatasan terus berlanjut meskipun ada kecaman dan protes internasional oleh perempuan serta aktivis yang berbicara atas nama mereka.
Menutup salon kecantikan adalah bagian dari berbagai tindakan yang diberlakukan oleh Taliban ketika mereka terakhir berkuasa antara tahun 1996 dan 2001. Tetapi mereka dibuka kembali pada tahun-tahun setelah invasi pimpinan Amerika Serikat (AS) ke Afghanistan tahun 2001.
Salon kecantikan tetap buka bahkan setelah Taliban merebut kembali kekuasaan dua tahun lalu menyusul penarikan pasukan AS. Tapi jendela toko sering ditutup dan gambar wanita di luar salon dicat dengan cat semprot untuk menyembunyikan wajah mereka.
Menanggapi penutupan baru tersebut, seorang wanita Afghanistan yang berbicara secara anonim mengatakan kepada BBC: "Taliban mengambil hak asasi manusia yang paling mendasar dari wanita Afghanistan."
Baca Juga: PBB: Pemerintahan Taliban Tak Akan Diakui Jika Batasi Hak Perempuan Afghanistan
“Mereka melanggar hak perempuan. Dengan keputusan ini, mereka sekarang merampas perempuan dari melayani perempuan lain. Ketika saya mendengar berita itu, saya benar-benar terkejut," sambungnya.
Lihat Juga :