Selain Putin, 7 Pemimpin Negara Ini Berhasil Lolos dari Upaya Kudeta

Senin, 26 Juni 2023 - 19:35 WIB

3. Presiden Rusia Boris Yeltsin



Pada bulan Agustus 1991, Presiden Rusia saat itu, Boris Yeltsin, berperan penting dalam menghadapi upaya kudeta yang dilakukan sekelompok anggota Partai Komunis dan aparat keamanan Rusia yang konservatif.



Yeltsin tampil di depan gedung Parlemen Rusia dan memimpin demonstrasi yang memprotes kudeta tersebut.

Melalui kepemimpinan dan karismanya, Yeltsin berhasil menggerakkan rakyat untuk melawan kudeta dan mempertahankan sistem demokrasi.

Kudeta tersebut akhirnya gagal, dan Yeltsin tetap menjadi tokoh penting dalam perubahan politik di Rusia.

4. Raja Spanyol Juan Carlos I



Pada tanggal 23 Februari 1981, Spanyol mengalami upaya kudeta yang dikenal sebagai "23-F" ketika sekelompok perwira militer mencoba merebut kekuasaan dan menggulingkan pemerintahan demokratis.



Raja Juan Carlos I, yang saat itu memegang peran seremonial sebagai Kepala Negara Spanyol, memainkan peran yang menentukan dalam menghadapi kudeta tersebut.

Dalam pidatonya di televisi nasional, Raja Juan Carlos I mengecam upaya kudeta tersebut dan dengan tegas mendukung demokrasi serta meminta rakyat Spanyol untuk mempertahankannya.

Pernyataan dan tindakan tegas Raja Juan Carlos I membantu memobilisasi rakyat dan militer yang setia kepadanya untuk melawan kudeta.

Akhirnya, upaya kudeta tersebut gagal, dan Spanyol tetap dalam jalur demokrasi.

5. Presiden Turki Mustafa Kemal Ataturk



Pada tahun 1923, Mustafa Kemal Ataturk, pendiri dan presiden pertama Turki, menghadapi beberapa upaya kudeta selama periode transisi dari Kesultanan Utsmaniyah menjadi Republik Turki modern.



Salah satu upaya kudeta yang paling signifikan adalah "Pemberontakan Teskilat-ı Mahsusa" pada tahun 1925 yang dilakukan sekelompok milisi yang menentang reformasi Ataturk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!