7 Kelemahan BRICS, Nomor 2 Khawatir Masuk Perangkap Jebakan Utang China

Selasa, 20 Juni 2023 - 15:40 WIB
Juga diragukan bahwa India – yang memiliki aspirasi geopolitik globalnya sendiri – akan dengan senang hati mengambil peran junior dalam pembentukan kekuatan ini. Selain itu, mengingat keselarasan historis India dengan Barat dan keanggotaan berkelanjutan dalam Dialog Keamanan Segiempat, ketegangan yang melekat ini mungkin akan bertahan lama.

6. Belum Selesai dengan Urusan Dalam Negeri

Keterbatasan praktis kedua untuk ekspansi berkaitan dengan keuangan. Afrika Selatan, Rusia, dan Brasil semuanya berjuang melawan masalah uang domestik dan eksternal mereka sendiri, sehingga kekuatan finansial mereka akan dibatasi.

Ini menunjukkan bahwa lembaga-lembaga yang mendukung pembentukan baru akan didanai terutama oleh China, memungkinkan Beijing untuk membentuknya sejalan dengan nilai-nilainya, seperti dengan Bank Pembangunan Baru atau New Development Bank.

Tetapi China juga menghadapi masalah ekonominya sendiri sejak COVID-19, membuat Beijing lebih selektif dalam upaya internasionalnya. Ini dibuktikan dengan masalah yang dihadapi Inisiatif Sabuk dan Jalan yang, menurut Financial Times, berubah menjadi operasi pemadam kebakaran keuangan dalam skala besar.

Itu dapat memaksa Beijing untuk menjadi lebih selektif dalam upaya globalnya, yang dapat membahayakan rencana ambisiusnya untuk BRICS.

Baca Juga: Kekuatan Militer Negara BRICS Jika Mesir, Turki, dan Iran Resmi Bergabung

7. Belum Ada Kesepakatan yang Mengikat



Foto/Reuters

Ketiga adalah birokrasi. Beijing belum menunjukkan kriteria siapa yang harus menjadi anggota baru. Para pemimpin BRICS akan terus mendiskusikan kemungkinan menerima negara baru berdasarkan konsultasi penuh dan konsensus.

Secara realistis, BRICS tidak dapat memberikan tantangan langsung terhadap sistem global yang ada. Namun, para anggotanya wajar menginginkan suara yang lebih besar tentang bagaimana sistem itu diatur, sekarang dan di masa depan.

Apa yang benar-benar dibagikan oleh semua negara BRICS adalah keinginan mendalam untuk lebih mempengaruhi aturan yang mengatur keuangan internasional dan kebijakan ekonomi. Dan setiap anggota memiliki perspektif alternatif atas tatanan ekonomi global yang ada.

“Pergeseran menuju BRICS yang diperluas tidak dapat dihindari dalam jangka panjang,” kata Sanusha Naidu dari Institute for Global Dialogue kepada ISS Today. Namun, hal itu akan terjadi secara bertahap, dengan kemungkinan anggota baru tidak akan menerima hak, partisipasi, atau akses yang sama dengan para pendiri.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!