Deretan 3 Eks Pemimpin Top Israel yang Dianggap Ateis

Jum'at, 16 Juni 2023 - 15:07 WIB
Dia menjadi PM Israel pada 17 Mei 1948 hingga 26 Januari 1954, kemudian lagi pada 3 November 1955 hingga 26 June 1963.

Ben-Gurion memimpin negaranya selama Perang Arab–Israel 1948, menyatukan berbagai milisi Yahudi ke dalam Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Di masa mudanya, David Ben-Gurion menggambarkan dirinya sebagai orang yang tidak beragama dan tidak menunjukkan simpati yang besar terhadap unsur-unsur Yudaisme tradisional. Anehnya, dia kerap mengutip Alkitab dalam pidato dan tulisannya.

Filsuf ortodoks modern Yeshayahu Leibowitz menganggap Ben-Gurion membenci Yudaisme lebih dari orang lain yang pernah ditemuinya.

Dia dikenal hanya sekali menginjakkan kaki di sinagog Israel, tetap bekerja pada Yom Kippur dan makan daging babi.

Namun, pada masa tuanya, Ben-Gurion menolak untuk mendefinisikan dirinya sebagai "sekuler" dan dia menganggap dirinya seorang yang beriman kepada Tuhan.

Dalam sebuah wawancara tahun 1970, dia menggambarkan dirinya sebagai panteis. "Saya tidak tahu apakah ada kehidupan setelah kematian. Saya kira ada," katanya.

Dua tahun sebelum kematiannya, dia berupaya menegaskan identitasnya sebagai orang yang beriman. "Saya juga memiliki keyakinan yang mendalam kepada Yang Mahakuasa. Saya percaya pada satu Tuhan, Pencipta yang Mahakuasa. Kesadaran saya menyadari keberadaan materi dan roh ...[Tapi] saya tidak dapat memahami bagaimana keteraturan memerintah di alam, di dunia dan alam semesta—kecuali jika ada kekuatan yang lebih tinggi. Pencipta tertinggi ini berada di luar pemahaman saya...tetapi ia mengarahkan segalanya," katanya kepada mingguan sayap kiri, Hotam.



2. Golda Meir





Foto/Wikimedia Commons via ABC News

Golda Meir lahir pada 3 Mei 1898 di Kyiv, yang saat itu bagian dari Kekaisaran Rusia dan sekarang Ibu Kota Ukraina. Dia lahir dengan nama Golda Mabovitch.

Perempuan yang terkenal nyentrik danperokok ini menjabat sebagai PM keempat Israel dari tahun 1969 hingga 1974.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!