Demonstran Anti-Komunis Geruduk Konsulat China di Houston

Sabtu, 25 Juli 2020 - 06:38 WIB
Tak lama setelah jam 4 sore waktu setempat yang menjadi tenggat waktu untuk menutup konsulat, sekelompok orang terlihat oleh wartawan Reuters memaksa masuk ke pintu belakang gedung. Mereka menolak untuk mengidentifikasi diri mereka ke Reuters.

Di antara pengunjuk rasa ada sekelompok pendukung kelompok spiritual Falun Gong, yang dilarang di China. Tao Peng (48) berdiri diam memegang spanduk menyerukan diakhirinya komunisme.

Seorang ilmuwan penelitian medis dari Houston, katanya mengatakan kelompok PKC menyusup dan tidak dapat dipercaya.

"Saya dibesarkan di daratan China dan telah melihat bagaimana PKC berbohong," katanya ketika sebuah truk yang disewa Falun Gong mengelilingi daerah yang terpampang di sisinya dengan "Kebebasan dari Komunisme, dan Tuhan Memberkati Amerika."

Nhat Nguyen (58) memuji Presiden AS Donald Trump dan menuduh komunis China memata-matai seluruh dunia. Dia mengenakan topi kampanye Trump 2020 dan melepaskan bendera mantan pemerintah Vietnam Selatan yang didukung oleh Amerika Serikat melawan Vietnam Utara yang komunis pada perang Vietnam era 1960-70-an.

"Vaksin ini yang terbaru," katanya. "Mereka berbohong, mereka mengambilnya," katanya, berjanji untuk tinggal dan merayakan penutupan resmi konsulat. (Baca: FBI Yakin Hacker China Coba Curi Penelitian Vaksin Covid-19 AS )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!