Pemimpin Oposisi: Bom Nuklir Rusia di Tangan Diktator Gila Belarusia!

Kamis, 15 Juni 2023 - 07:51 WIB
Lukashenko dipandang sebagai sekutu utama Rusia, di mana Belarusia berfungsi sebagai landasan peluncuran untuk invasi besar-besaran Presiden Vladimir Putin ke Ukraina pada Februari 2022.

Dalam komentar yang jelas dimaksudkan untuk mengguncang sekutu Ukraina di Barat, Lukashenko menekankan bahwa bom Rusia tiga kali lebih kuat daripada bom atom yang dijatuhkan AS di Nagasaki dan Hiroshima dalam Perang Dunia II.

Dia menambahkan bahwa dia tidak hanya meminta senjata nuklir dari Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Saya menuntut mereka kembali," katanya, mengklaim bahwa dia membutuhkan senjata itu untuk perlindungan dari agresi eksternal—ancaman palsu yang juga dia gunakan untuk membenarkan penindasannya terhadap semua oposisi.

Lukashenko—yang berkuasa sejak 1994—mengeklaim kemenangan dalam pemilu yang disengketakan pada tahun 2020, memicu protes massal dan tindakan brutal oleh dinas keamanan KGB Belarusia dan polisi anti-huru hara.

Belarusia, seperti Ukraina dan Kazakhstan, menyerahkan senjata nuklirnya pada 1990-an dengan imbalan jaminan keamanan dari Rusia pasca-Soviet dan Barat. Itu membuat pembalikan yang signifikan, meskipun belum ada bukti bahwa senjata Rusia telah dikirimkan.

Putin pertama kali mengumumkan transfer senjata tersebut pada bulan Maret, menunjukkan bahwa AS telah mengerahkan senjata serupa di Eropa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!