10 Krisis Kemanusiaan Terburuk pada 2023, Mayoritas Disebabkan Perang

Kamis, 08 Juni 2023 - 13:15 WIB
Krisis kemanusiaan di dunia umumnya disebabkan karena peperangan. Foto/Reuters
WASHINGTON - Pada 2023, ancaman resesi ekonomi masih menggelayuti banyak negara, pengangguran makin meningkat, krisis pangan, dan konflik bersenjata menjadi ancaman akibat banyak bencana. Itu semua mengakibatkan krisis kemanusiaan yang mengakibatkan penderitaan bagi ratusan juta warga.

Apalagi, banyak negara-negara di seluruh dunia terus bergumul dengan konflik selama puluhan tahun dan dampak buruk dari perubahan iklim tidak pernah ditangani dengan babik. Pagar pembatas yang pernah mencegah krisis semacam itu lepas kendali—termasuk perjanjian damai, bantuan kemanusiaan, dan pertanggungjawaban atas pelanggaran hukum internasional—telah dilemahkan atau dibongkar.



Biaya manusia dan ekonomi dari krisis dan bencana ini tidak terbagi rata. Negara-negara dalam posisi memprihatinkan itu hanya 13% populasi global. Namun, 90% orang di negara tersebut membutuhkan bantuan kemanusiaan dan 81% orang yang terpaksa mengungsi.

Berikut adalah 10 10 negara yang kemungkinan akan menghadapi krisis kemanusiaan pada 2023 versi International Rescue Committee.

10. Ukraina: Perang menciptakan krisis perpindahan terbesar di dunia



Foto/Reuters

Perang di Ukraina telah memicu krisis perpindahan tercepat dan terbesar di dunia dalam beberapa dekade terakhir.Menurut Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR), menempatkan Ukraina dalam Daftar Pantauan untuk pertama kalinya sejak 2017.

Banyak yang masih di negara itu menghadapi musim dingin tanpa akses untuk makanan, air, perawatan kesehatan, dan persediaan penting lainnya. Konflik juga terus memiliki efek riak di seluruh dunia.

Konflik akan berlanjut hingga 2023, dengan warga Ukraina menghadapi peningkatan risiko cedera, penyakit, dan kematian. Serangan rudal Rusia dapat menyebabkan jutaan orang tanpa air, listrik, dan pemanas di musim dingin. 6,5 juta orang Ukraina telah mengungsi di dalam negeri, sementara lebih dari 7,8 juta adalah pengungsi di seluruh Eropa.

Baca Juga: 10 Negara yang Memiliki Banyak Hutan, Indonesia Peringkat Berapa?

9. Haiti: Kekerasan geng dan perubahan iklim bergabung menjadi kekacauan



Foto/Reuters

Haiti masuk ke dalam 10 besar Daftar Pantauan karena ketidakstabilan politik dan kekerasan geng melonjak setelah pembunuhan Presiden Jovenel Moise pada 2021.

Kelompok kriminal bersenjata secara teratur menguasai jalur distribusi, menyebabkan kekurangan bahan pokok dan bahan bakar. Naiknya harga membuat semakin sulit bagi orang untuk membeli makanan yang bisa mereka akses.

Sementara itu, guncangan iklim dan wabah kolera pertama dalam tiga tahun membebani sistem kesehatan dan sanitasi yang kritis.

Kekerasan geng akan terus mengganggu mata pencaharian dan layanan penting masyarakat. Penculikan, pemerkosaan, dan pembunuhan semuanya meningkat, menempatkan ribuan orang dalam risiko kematian.

Haiti juga mencatat rekor kerawanan pangan pada tahun 2022, yang diperkirakan akan memburuk pada tahun 2023.

Pelaku kemanusiaan dan penyedia layanan lainnya akan terus menghadapi gangguan pada pekerjaan mereka pada tahun 2023, mencegah bantuan menjangkau mereka yang paling terkena dampak.

8. Burkina Faso: Aktivitas kelompok bersenjata mengundang ketidakstabilan



Foto/Reuters
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!