Sudan Temukan 28 Mayat Perwira Komplotan Kudeta terhadap Bashir
Jum'at, 24 Juli 2020 - 14:24 WIB
Mantan diktator Sudan, Omar al-Bashir. Foto/REUTERS
KHARTOUM - Otoritas berwenang Sudan menemukan 28 mayat perwira militer yang terlibat dalam kudeta yang gagal tahun 1990. Mereka adalah komplotan kudeta terhadap presiden berkuasa kala itu; Omar al-Bashir .
Jaksa Sudan , Tegelsir al-Hebr, mengatakan puluhan mayat itu ditemukan di kuburan massal. Itu adalah kuburan massal kedua yang ditemukan sejak Bashir—yang memerintah Sudan selama tiga dekade dan menghancurkan perbedaan pendapat dengan kejam—digulingkan oleh tentara selama protes jalanan tahun lalu.
Al-Hebr mengatakan 28 mayat ditemukan di Omdurman, kota kembar dari Ibu Kota Sudan; Khartoum, sebagai bagian dari penyelidikan atas kesalahan yang dilakukan di bawah pemerintahan Bashir. (Baca: Eks Diktator Sudan al-Bashir Masuk RS, Diduga Terinfeksi Corona )
"Butuh tiga minggu dan pekerjaan 22 ahli dari berbagai bidang untuk menemukannya," katanya dalam sebuah pernyataan yang dilansir AFP, Jumat (24/7/2020).
"Operasi sedang dilakukan untuk menggali mayat dan ahli medis akan melakukan tes untuk mengidentifikasi sisa-sisa (jasad)," ujarnya.
Jaksa Sudan , Tegelsir al-Hebr, mengatakan puluhan mayat itu ditemukan di kuburan massal. Itu adalah kuburan massal kedua yang ditemukan sejak Bashir—yang memerintah Sudan selama tiga dekade dan menghancurkan perbedaan pendapat dengan kejam—digulingkan oleh tentara selama protes jalanan tahun lalu.
Al-Hebr mengatakan 28 mayat ditemukan di Omdurman, kota kembar dari Ibu Kota Sudan; Khartoum, sebagai bagian dari penyelidikan atas kesalahan yang dilakukan di bawah pemerintahan Bashir. (Baca: Eks Diktator Sudan al-Bashir Masuk RS, Diduga Terinfeksi Corona )
"Butuh tiga minggu dan pekerjaan 22 ahli dari berbagai bidang untuk menemukannya," katanya dalam sebuah pernyataan yang dilansir AFP, Jumat (24/7/2020).
"Operasi sedang dilakukan untuk menggali mayat dan ahli medis akan melakukan tes untuk mengidentifikasi sisa-sisa (jasad)," ujarnya.
Lihat Juga :