Rudal Barunya Mampu Jangkau Israel, Iran: AS-Prancis Keberatan Teheran Jadi Kuat
Sabtu, 27 Mei 2023 - 07:09 WIB
Iran menguji coba rudal balistik Khorramshahr-4 yang mampu menjangkau Israel. Amerika dan Prancis mengecam uji coba senjata tersebut. Foto/Twitter via EurAsian Times
TEHERAN - Pemerintah Iran mengatakan Amerika Serikat (AS) dan Prancis keberatan Teheran menjadi kuat setelah menguji tembak rudal balistik terbarunya, Khorramshahr-4. Misil ini memiliki jangkauan 2.000 kilometer atau mampu menjangkau musuh bebuyutannya; Israel.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani pada Jumat mengatakan Washington dan Paris bermasalah dengan perkembangan Teheran.
Komentar itu sebagai respons atas pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Anne-Claire Legendre yang mengatakan Paris khawatir dengan uji coba rudal balistik terbaru Teheran dan menganggapnya sebagai pelanggaran Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231.
“Pemerintah Barat yang sama, terutama AS dan Prancis, yang memainkan peran penting dalam menghasut dan memasok senjata kepada rezim Saddam (Hussein) untuk implementasi agresi militer dan penembakan kota-kota dan orang-orang Iran yang tak berdaya, dan yang merupakan pemasok senjata terbesar di kawasan ini prihatin hari ini dengan kemajuan dan kekuatan pertahanan Iran," tulis Kanaani di Twitter, seperti dikutip dari EurAsian Times, Sabtu (27/5/2023).
"Mereka keberatan Iran menjadi kuat,” lanjut Kanaani.
Baca Juga: Luncurkan Rudal Balistik, Prancis Tuding Iran Langgar Resolusi DK PBB
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani pada Jumat mengatakan Washington dan Paris bermasalah dengan perkembangan Teheran.
Komentar itu sebagai respons atas pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Anne-Claire Legendre yang mengatakan Paris khawatir dengan uji coba rudal balistik terbaru Teheran dan menganggapnya sebagai pelanggaran Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231.
“Pemerintah Barat yang sama, terutama AS dan Prancis, yang memainkan peran penting dalam menghasut dan memasok senjata kepada rezim Saddam (Hussein) untuk implementasi agresi militer dan penembakan kota-kota dan orang-orang Iran yang tak berdaya, dan yang merupakan pemasok senjata terbesar di kawasan ini prihatin hari ini dengan kemajuan dan kekuatan pertahanan Iran," tulis Kanaani di Twitter, seperti dikutip dari EurAsian Times, Sabtu (27/5/2023).
"Mereka keberatan Iran menjadi kuat,” lanjut Kanaani.
Baca Juga: Luncurkan Rudal Balistik, Prancis Tuding Iran Langgar Resolusi DK PBB
Lihat Juga :