Medvedev: Tahun Ini Rusia Rekrut Lebih dari 100.000 Tentara
Minggu, 21 Mei 2023 - 21:45 WIB
Medvedev: Tahun Ini Rusia Rekrut Lebih dari 100.000 Tentara. FOTO/TASS
MOSKOW - Lebih dari 100.000 orang telah mendaftar menjadi tentara Rusia tahun ini, kata mantan presiden Rusia , Dmitry Medvedev, Jumat (19/5/2023). Hal itu diungkapkannya saat Moskow berupaya merekrut sukarelawan untuk serangannya di Ukraina.
Moskow telah melakukan kampanye perekrutan militer yang agresif dalam beberapa bulan terakhir, ketika Kiev bersiap untuk serangan setelah berbulan-bulan kebuntuan di timur Ukraina.
Baca juga: Berhasil Kuasai Bakhmut, Putin Ucapkan Selamat Kepada Pasukan Rusia dan Wagner
“Antara 1 Januari dan 19 Mei, 117.400 orang telah diterima di jajaran Angkatan Bersenjata berdasarkan kontrak dan sebagai bagian dari formasi sukarela kami,” kata Medvedev, seperti dikutip dari AFP.
Medvedev, yang kini menjadi wakil ketua Dewan Keamanan Kremlin, mengatakan, para pejabat Rusia terus merekrut tentara berdasarkan kontrak.
Pada bulan September, Presiden Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi militer "sebagian" - yang pertama di Rusia sejak Perang Dunia II - mengirimkan gelombang kejut ke seluruh negeri dan mendorong puluhan ribu orang melarikan diri.
Moskow telah melakukan kampanye perekrutan militer yang agresif dalam beberapa bulan terakhir, ketika Kiev bersiap untuk serangan setelah berbulan-bulan kebuntuan di timur Ukraina.
Baca juga: Berhasil Kuasai Bakhmut, Putin Ucapkan Selamat Kepada Pasukan Rusia dan Wagner
“Antara 1 Januari dan 19 Mei, 117.400 orang telah diterima di jajaran Angkatan Bersenjata berdasarkan kontrak dan sebagai bagian dari formasi sukarela kami,” kata Medvedev, seperti dikutip dari AFP.
Medvedev, yang kini menjadi wakil ketua Dewan Keamanan Kremlin, mengatakan, para pejabat Rusia terus merekrut tentara berdasarkan kontrak.
Pada bulan September, Presiden Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi militer "sebagian" - yang pertama di Rusia sejak Perang Dunia II - mengirimkan gelombang kejut ke seluruh negeri dan mendorong puluhan ribu orang melarikan diri.
Lihat Juga :