Dekati Titik Balik, Mantan Menlu AS Henry Kissinger Buat Prediksi Perdamaian Ukraina
Senin, 08 Mei 2023 - 18:45 WIB
Rencana China ditolak langsung oleh AS dan Uni Eropa (UE), sementara Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan beberapa dari 12 poinnya sebagai "selaras" dengan posisi Moskow.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky hanya menyambut beberapa poinnya, tetapi menyatakan Kiev tidak akan berkompromi dengan Rusia dengan cara apa pun.
Penolakan Zelensky untuk bernegosiasi dengan pemerintah Putin hanyalah satu batu sandungan yang dihadapi oleh China atau perantara potensial lainnya.
Pemimpin Ukraina melarang kontak dengan Kremlin dalam dekrit Oktober lalu.
Rusia menganggap konflik di Ukraina sebagai perang proksi antara dirinya dan NATO. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pada Jumat bahwa setiap negosiasi tidak akan dilakukan “dengan Zelensky, yang merupakan boneka di tangan Barat, tetapi langsung dengan tuannya.”
Di Washington, pemerintahan Presiden AS Joe Biden secara terbuka mengklaim terserah Ukraina untuk memutuskan kapan mencari perdamaian.
Zelensky tidak ditawari insentif oleh AS untuk melakukannya, dengan Biden menawarkan untuk terus memasok senjata "selama diperlukan" untuk mencapai tujuan perangnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky hanya menyambut beberapa poinnya, tetapi menyatakan Kiev tidak akan berkompromi dengan Rusia dengan cara apa pun.
Penolakan Zelensky untuk bernegosiasi dengan pemerintah Putin hanyalah satu batu sandungan yang dihadapi oleh China atau perantara potensial lainnya.
Pemimpin Ukraina melarang kontak dengan Kremlin dalam dekrit Oktober lalu.
Rusia menganggap konflik di Ukraina sebagai perang proksi antara dirinya dan NATO. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pada Jumat bahwa setiap negosiasi tidak akan dilakukan “dengan Zelensky, yang merupakan boneka di tangan Barat, tetapi langsung dengan tuannya.”
Di Washington, pemerintahan Presiden AS Joe Biden secara terbuka mengklaim terserah Ukraina untuk memutuskan kapan mencari perdamaian.
Zelensky tidak ditawari insentif oleh AS untuk melakukannya, dengan Biden menawarkan untuk terus memasok senjata "selama diperlukan" untuk mencapai tujuan perangnya.
Lihat Juga :