Putin Dilaporkan Mulai Jengkel dengan Assad yang Keras Kepala

Rabu, 29 April 2020 - 04:42 WIB
Entah kenapa artikel di Federal News Agency dengan cepat menghilang. Beberapa hari kemudian, Russian International Affairs Council (Dewan Urusan Internasional Rusia), sebuah kelompok think tank kebijakan luar negeri yang didirikan oleh Kremlin, menerbitkan komentar yang mengkritik pemerintah di Damaskus karena tidak memiliki pendekatan yang jauh ke depan dan fleksibel untuk mengakhiri konflik.

"Jika Assad menolak menerima konstitusi baru, rezim Suriah akan menempatkan dirinya dalam risiko besar," kata Alexander Aksenyonok, seorang mantan diplomat Rusia dan wakil presiden lembaga tersebut, dalam sebuah wawancara telepon.

Menurut seseorang yang dekat dengan Kremlin, kedua publikasi itu merupakan sinyal kuat bagi kepemimpinan Suriah.

Sumber lain yang dekat dengan Kremlin mengatakan Putin memandang Assad sebagai sosok yang keras kepala yang telah membuktikan kekecewaan baginya dan menggunakan media yang terkait dengan Prigozhin untuk menyampaikan hal tersebut.

Namun, kata dia dan seorang pejabat pemerintah, presiden Suriah itu tidak dapat ditinggalkan karena tidak ada sekutu yang layak lainnya di Suriah.

Tidak ada reaksi resmi dari Suriah dan surat kabar Suriah, atas kritik media pro-Kremlin tersebut. Duta Besar Suriah untuk Moskow, Riad Haddad, tidak menanggapi permintaan komentar melalui email.

Pembicaraan yang dipimpin PBB di Jenewa tentang penyusunan ulang konstitusi Suriah untuk memperkenalkan beberapa kompetisi politik akhirnya dimulai akhir tahun lalu. Namun, pada akhirnya perundingan mengalami jalan buntu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!