Sekjen PBB Desak Pihak Bertikai di Sudan Kembali ke Meja Perundingan
Rabu, 26 April 2023 - 10:51 WIB
"Rakyat Sudan telah menyatakan keinginan mereka dengan sangat jelas. Mereka menginginkan perdamaian dan pemulihan pemerintahan sipil melalui transisi menuju demokrasi," lanjutnya, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Guterres mengatakan, kekerasan dan kekacauan selama 10 hari terakhir telah "memilukan," menambahkan "perang skala penuh yang berkepanjangan tidak tertahankan untuk direnungkan."
Baca juga: Inggris Mulai Lakukan Evakuasi Besar-besaran Warganya dari Sudan
Memperhatikan bahwa Sudan berbatasan dengan tujuh negara, yang semuanya telah mengalami konflik dan kerusuhan sipil, Guterres mengatakan: "Itu adalah pintu gerbang ke Sahel, di mana ketidakamanan dan ketidakstabilan politik membuat situasi bencana kemanusiaan menjadi lebih buruk."
“Perebutan kekuasaan di Sudan tidak hanya membahayakan masa depan negara itu. Ini juga menyalakan sekering yang dapat meledak melintasi perbatasan, menyebabkan penderitaan luar biasa selama bertahun-tahun dan menghambat pembangunan selama beberapa dekade,” kata Guterres.
Guterres mengatakan, kekerasan dan kekacauan selama 10 hari terakhir telah "memilukan," menambahkan "perang skala penuh yang berkepanjangan tidak tertahankan untuk direnungkan."
Baca juga: Inggris Mulai Lakukan Evakuasi Besar-besaran Warganya dari Sudan
Memperhatikan bahwa Sudan berbatasan dengan tujuh negara, yang semuanya telah mengalami konflik dan kerusuhan sipil, Guterres mengatakan: "Itu adalah pintu gerbang ke Sahel, di mana ketidakamanan dan ketidakstabilan politik membuat situasi bencana kemanusiaan menjadi lebih buruk."
“Perebutan kekuasaan di Sudan tidak hanya membahayakan masa depan negara itu. Ini juga menyalakan sekering yang dapat meledak melintasi perbatasan, menyebabkan penderitaan luar biasa selama bertahun-tahun dan menghambat pembangunan selama beberapa dekade,” kata Guterres.
Lihat Juga :