Australia Rilis Tinjauan Pertahanan Strategis Baru untuk jadi Lebih Mandiri
Senin, 24 April 2023 - 21:01 WIB
Baca juga: Rusia Fokus Kembangkan Drone Militer dan Peperangan Elektronik
Peninjauan tersebut menyerukan transformasi cepat Angkatan Pertahanan Australia (ADF), yang akan memperoleh kemampuan menyerang target lebih dari 500 km jauhnya, naik dari jangkauan 40 km saat ini.
Selain mempertahankan Australia dan wilayah sekitarnya, ADF akan diminta “mencegah melalui penangkalan setiap upaya musuh untuk memproyeksikan kekuatan melawan Australia melalui pendekatan utara kami,” demikian menurut DSR.
Secara terpisah, tinjauan tersebut mengklaim Amerika Serikat (AS) bukan lagi "pemimpin unipolar Indo-Pasifik".
Dokumen itu menambahkan, persaingan ketat antara AS dan China menentukan kawasan tersebut dan persaingan kekuatan besar membawa "potensi konflik".
Dalam hal ini, DSR memperingatkan Australia harus "menghindari risiko strategis tingkat tertinggi yang sekarang kita hadapi sebagai satu bangsa: prospek konflik besar di kawasan."
Peninjauan tersebut menyerukan transformasi cepat Angkatan Pertahanan Australia (ADF), yang akan memperoleh kemampuan menyerang target lebih dari 500 km jauhnya, naik dari jangkauan 40 km saat ini.
Selain mempertahankan Australia dan wilayah sekitarnya, ADF akan diminta “mencegah melalui penangkalan setiap upaya musuh untuk memproyeksikan kekuatan melawan Australia melalui pendekatan utara kami,” demikian menurut DSR.
Secara terpisah, tinjauan tersebut mengklaim Amerika Serikat (AS) bukan lagi "pemimpin unipolar Indo-Pasifik".
Dokumen itu menambahkan, persaingan ketat antara AS dan China menentukan kawasan tersebut dan persaingan kekuatan besar membawa "potensi konflik".
Dalam hal ini, DSR memperingatkan Australia harus "menghindari risiko strategis tingkat tertinggi yang sekarang kita hadapi sebagai satu bangsa: prospek konflik besar di kawasan."
Lihat Juga :