Tentara Bayaran Wagner Group Rusia Sangkal Terlibat Perang Saudara Sudan
Kamis, 20 April 2023 - 07:32 WIB
Wagner Group menegaskan sudah lama tidak berhubungan dengan penguasa militer Sudan, Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, atau pun kepala paramiliter Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo—yang pasukan keduanya berada di jantung konflik saat ini.
Perusahaan militer swasta yang didirikan Yevgeny Prigozhin itu juga mengatakan tidak memiliki kepentingan keuangan di Sudan. Menurut mereka, konflik tersebut murni urusan internal Sudan.
Tentara bayaran Wagner Group, yang di masa lalu dikerahkan untuk melawan pemberontak di Mali dan Republik Afrika Tengah, saat ini mempelopori upaya untuk merebut kota Bakhmut di Ukraina timur.
Prigozhin dikenal sebagai sekutu Presiden Vladimir Putin dan oleh media-media Barat dijuluki sebagai "koki Putin". Dalam perang Ukraina, Wagner Group bahkan sangat menonjol dan berebut pengaruh dengan militer Rusia.
Wagner Group belakangan berseteru dengan para elite militer Rusia setelah tidak dipasok amunisi ketika perang di Ukraina timur berkecamuk.
Perusahaan militer swasta yang didirikan Yevgeny Prigozhin itu juga mengatakan tidak memiliki kepentingan keuangan di Sudan. Menurut mereka, konflik tersebut murni urusan internal Sudan.
Tentara bayaran Wagner Group, yang di masa lalu dikerahkan untuk melawan pemberontak di Mali dan Republik Afrika Tengah, saat ini mempelopori upaya untuk merebut kota Bakhmut di Ukraina timur.
Prigozhin dikenal sebagai sekutu Presiden Vladimir Putin dan oleh media-media Barat dijuluki sebagai "koki Putin". Dalam perang Ukraina, Wagner Group bahkan sangat menonjol dan berebut pengaruh dengan militer Rusia.
Wagner Group belakangan berseteru dengan para elite militer Rusia setelah tidak dipasok amunisi ketika perang di Ukraina timur berkecamuk.
(mas)
Lihat Juga :