AS Tangkap 2 Polisi Rahasia China di New York
Selasa, 18 April 2023 - 06:17 WIB
Baca Juga: Terungkap di Sydney, Polisi China Disebut Beroperasi di Seluruh Dunia
Pos terdepan dari MPS cabang Fuzhou beroperasi dari gedung perkantoran di Pecinan Manhattan, hingga digerebek dan ditutup oleh FBI pada Oktober 2022.
“[Republik Rakyat China], melalui aparat keamanannya yang represif, mendirikan kehadiran fisik rahasia di New York City untuk memantau dan mengintimidasi para pembangkang dan mereka yang kritis terhadap pemerintahnya,” kata Asisten Jaksa Agung Matthew Olsen dalam sebuah pernyataan di situs resmi DOJ, Selasa (18/4/2023).
"Tindakan ini jauh melampaui batas-batas perilaku negara-bangsa yang dapat diterima," lanjut pernyataan DOJ.
Pengacara AS Breon Peace, dari Distrik Timur New York, menyebut keberadaan kantor polisi rahasia itu sebagai pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan Amerika. "Kantor itu tidak memiliki tempat di New York City atau komunitas Amerika mana pun," katanya.
DOJ menuduh Lu melakukan kegiatan represif di tanah AS atas nama China, seperti memimpin protes tahun 2015 terhadap anggota agama yang dilarang—kemungkinan besar Falun Gong— selama kunjungan Presiden Xi Jinping; dugaan pelecehan pada tahun 2018 terhadap seorang yang mengaku buronan agar kembali ke China; dan menemukan aktivis pro-demokrasi di California pada tahun 2022.
Pos terdepan dari MPS cabang Fuzhou beroperasi dari gedung perkantoran di Pecinan Manhattan, hingga digerebek dan ditutup oleh FBI pada Oktober 2022.
“[Republik Rakyat China], melalui aparat keamanannya yang represif, mendirikan kehadiran fisik rahasia di New York City untuk memantau dan mengintimidasi para pembangkang dan mereka yang kritis terhadap pemerintahnya,” kata Asisten Jaksa Agung Matthew Olsen dalam sebuah pernyataan di situs resmi DOJ, Selasa (18/4/2023).
"Tindakan ini jauh melampaui batas-batas perilaku negara-bangsa yang dapat diterima," lanjut pernyataan DOJ.
Pengacara AS Breon Peace, dari Distrik Timur New York, menyebut keberadaan kantor polisi rahasia itu sebagai pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan Amerika. "Kantor itu tidak memiliki tempat di New York City atau komunitas Amerika mana pun," katanya.
DOJ menuduh Lu melakukan kegiatan represif di tanah AS atas nama China, seperti memimpin protes tahun 2015 terhadap anggota agama yang dilarang—kemungkinan besar Falun Gong— selama kunjungan Presiden Xi Jinping; dugaan pelecehan pada tahun 2018 terhadap seorang yang mengaku buronan agar kembali ke China; dan menemukan aktivis pro-demokrasi di California pada tahun 2022.
Lihat Juga :