Protes Reformasi Peradilan, Demonstran Israel Kembali Turun ke Jalanan Tel Aviv
Minggu, 16 April 2023 - 20:30 WIB
"Saya tidak ingin datang hari ini, tetapi saudara perempuan saya mengatakan kepada saya, 'Kami tidak punya pilihan,' dan itu benar. Kami tidak punya pilihan,” kata Karen Baron, seorang psikiater Tel Aviv berusia 45 tahun.
Baca juga: Lebih dari 1.500 Pemukim Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Proposal tersebut akan membatasi kewenangan Mahkamah Agung dan memberikan politisi kekuasaan yang lebih besar atas pemilihan hakim.
Pemerintah Netanyahu, sebuah koalisi antara partai Likud dan sekutu ekstrem kanan dan Yahudi ultra-Ortodoks, berpendapat bahwa perubahan diperlukan untuk menyeimbangkan kembali kekuasaan antara anggota parlemen dan peradilan.
Demonstrasi hari Sabtu terjadi sehari setelah lembaga pemeringkat Amerika Serikat Moody's mengumumkan bahwa mereka menurunkan peringkat Israel dari "positif" menjadi "stabil".
Baca juga: Lebih dari 1.500 Pemukim Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Proposal tersebut akan membatasi kewenangan Mahkamah Agung dan memberikan politisi kekuasaan yang lebih besar atas pemilihan hakim.
Pemerintah Netanyahu, sebuah koalisi antara partai Likud dan sekutu ekstrem kanan dan Yahudi ultra-Ortodoks, berpendapat bahwa perubahan diperlukan untuk menyeimbangkan kembali kekuasaan antara anggota parlemen dan peradilan.
Demonstrasi hari Sabtu terjadi sehari setelah lembaga pemeringkat Amerika Serikat Moody's mengumumkan bahwa mereka menurunkan peringkat Israel dari "positif" menjadi "stabil".
(esn)
Lihat Juga :