Korut Tembakkan Rudal setelah Kim Jong-un Janji Tingkatkan Persenjataan Nuklir
Kamis, 13 April 2023 - 06:48 WIB
Korea Utara tembakkan rudal balistik ke arah laut setelah Kim Jong-un berjanji untuk meningkatkan persenjataan nuklir. Foto/KCNA via REUTERS/Ilustrasi
SEOUL - Korea Utara (Korut) menembakkan rudal balistik ke arah laut pada Kamis (13/4/2023) pagi.
Manuver ini hanya berselang beberapa hari setelah pemimpinnya, Kim Jong-un , berjanji untuk meningkatkan persenjataan nuklir dengan cara yang lebih praktis dan ofensif.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, seperti dikutip AP, mengonfirmasi bahwa rudal balistik telah ditembakkan militer Korea Utara pagi ini. Namun, militer Seoul tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut, seperti seberapa jauh rudal itu terbang dan jenis misil apa yang ditembakkan Korea Utara.
Ini adalah yang terbaru dari rentetan peluncuran rudal yang dilakukan Korea Utara tahun ini untuk memprotes latihan perang gabungan Korea Selatan-Amerika Serikat (AS)—yang dipandang Pyongyang sebagai latihan untuk invasi.
Baca Juga: Manuver AS-Korsel Dorong Ketegangan ke Ambang Perang Nuklir
Selama pertemuan militer Senin, Kim Jong-un meninjau rencana serangan garis depan negara itu dan berbagai dokumen pertempuran. "Dan menekankan perlunya memperkuat penangkal nuklirnya dengan cara meningkatkan kecepatan dengan cara yang lebih praktis dan ofensif," tulis media pemerintah Korea Utara, KCNA.
Manuver ini hanya berselang beberapa hari setelah pemimpinnya, Kim Jong-un , berjanji untuk meningkatkan persenjataan nuklir dengan cara yang lebih praktis dan ofensif.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, seperti dikutip AP, mengonfirmasi bahwa rudal balistik telah ditembakkan militer Korea Utara pagi ini. Namun, militer Seoul tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut, seperti seberapa jauh rudal itu terbang dan jenis misil apa yang ditembakkan Korea Utara.
Ini adalah yang terbaru dari rentetan peluncuran rudal yang dilakukan Korea Utara tahun ini untuk memprotes latihan perang gabungan Korea Selatan-Amerika Serikat (AS)—yang dipandang Pyongyang sebagai latihan untuk invasi.
Baca Juga: Manuver AS-Korsel Dorong Ketegangan ke Ambang Perang Nuklir
Selama pertemuan militer Senin, Kim Jong-un meninjau rencana serangan garis depan negara itu dan berbagai dokumen pertempuran. "Dan menekankan perlunya memperkuat penangkal nuklirnya dengan cara meningkatkan kecepatan dengan cara yang lebih praktis dan ofensif," tulis media pemerintah Korea Utara, KCNA.
Lihat Juga :